Balikpapan, PRANALA.CO – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar menuju Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil digagalkan aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Penggerebekan yang berlangsung di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, dua pria yang diduga sebagai kurir ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 22 kilogram.
Kedua tersangka, masing-masing berinisial REP (35) warga Kota Batu, dan WR (34) asal Surabaya, diamankan tim dari Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim dalam sebuah operasi terencana.
“Pengungkapan ini berawal dari hasil profiling dan kerja intelijen selama beberapa waktu. Barang haram tersebut rencananya akan diedarkan di Kalimantan Timur melalui jalur laut,” ujar Kanit III Subdit III Ditresnarkoba, Kompol Kurnia Dewi Lestari dalam keterangan resminya, Rabu (23/4/2025).
Sabu seberat total 22 kilogram itu dikemas secara sistematis dalam 22 dus kecil. Masing-masing dus berisi 1 kilogram sabu yang dibungkus rapi dan dimasukkan ke dalam tas ransel. Diduga untuk menghindari deteksi saat proses pengiriman lintas pulau.
Modus pengemasan tersebut menambah daftar panjang siasat jaringan narkoba untuk mengelabui aparat hukum. Namun kali ini, kepolisian berhasil mendahului langkah mereka.
Meski belum diungkap secara gamblang, pihak kepolisian menduga jaringan yang melibatkan dua pelaku ini tidak berdiri sendiri. “Ada indikasi kuat keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah,” ungkap Kompol Dewi.
Namun, ia menambahkan bahwa informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan dalami lagi. Saat ini masih fokus pada pendalaman jaringan domestik dan peran masing-masing pelaku,” katanya.
Penangkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Jatim dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkoba lintas provinsi. Wilayah Kalimantan, yang menjadi titik transit dan distribusi narkotika, kini berada dalam radar pantauan intensif pihak berwenang.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim memastikan akan terus mengembangkan kasus ini hingga ke aktor utama yang berada di balik layar operasi penyelundupan tersebut. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















