POTONGAN rekaman CCTV yang memperlihatkan kecelakaan maut di depan Pos Polisi Batu Ampar, Jalan Soekarno-Hatta Km 4, Balikpapan, kembali memicu perhatian publik. Video yang beredar luas di media sosial itu menimbulkan pertanyaan karena tidak terlihat adanya petugas kepolisian di sekitar lokasi saat tabrakan terjadi.
Insiden Jumat (31/7/2026) itu merenggut nyawa seorang ayah berinisial TRN (41) dan putrinya, ANM (8), setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan truk roda 10. Tragedi tersebut menyisakan duka sekaligus memunculkan perdebatan mengenai kesiapsiagaan petugas di Pos Polisi Batu Ampar.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Balikpapan, IPDA Danang Suparman, menegaskan bahwa video yang beredar bukan rekaman utuh. Menurutnya, potongan CCTV itu hanya memperlihatkan sebagian peristiwa sehingga memunculkan persepsi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Danang mengatakan, saat kecelakaan terjadi, seorang anggota kepolisian sebenarnya berada di dalam Pos Polisi Batu Ampar.
"Saat kejadian anggota kami sedang istirahat di dalam pos, jadi begitu kejadian baru dia melihat kejadian tersebut," ujar Danang, Senin (3/8/2026).
Personel tersebut diketahui merupakan Bripda Cristian Simanjuntak dari Unit Lantas Polsek Balikpapan Utara. Setelah mengetahui kecelakaan terjadi, ia segera berlari menuju lokasi untuk memberikan penanganan awal.
Selain mendatangi tempat kejadian perkara, petugas juga langsung menghubungi ambulans dan personel Unit Laka Lantas agar proses evakuasi korban dapat dilakukan secepat mungkin.
Danang mengakui, saat insiden berlangsung hanya satu personel yang bertugas di Pos Polisi Batu Ampar. Kondisi itu terjadi karena jumlah anggota Unit Lantas Polsek Balikpapan Utara masih terbatas.
Menurutnya, unit tersebut hanya memiliki tiga personel aktif. Dua anggota lainnya, yakni IPDA Anteng dan Aiptu Yudi, saat itu tengah menjalankan pengamanan jalur iring-iringan jenazah Iptu Purnawirawan Suwandi menuju TPU Graha Indah.
"Memang personel terbatas, hanya satu personel yang stay di Pos Batu Ampar karena personel Lantas Polsek Balikpapan Utara hanya tiga orang," kata Danang.
Ia menambahkan, begitu laporan kecelakaan diterima, personel Satlantas lainnya langsung bergerak menuju lokasi.
"Begitu kami mendapat informasi lakalantas, langsung merapat ke TKP di depan Pos Polisi Batu Ampar," ujarnya.
Setelah proses penanganan awal, korban dievakuasi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, truk roda 10 yang terlibat dalam kecelakaan diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di ruas Jalan Soekarno-Hatta, salah satu jalur utama dengan lalu lintas padat di Balikpapan.

Danang menjelaskan, personel lalu lintas di Balikpapan Utara tidak hanya bertugas di Pos Batu Ampar. Mereka juga harus mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi kemacetan maupun kecelakaan di sejumlah titik rawan.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengamanan antara lain Simpang Pos Dishub, SPBU Km 4, Simpang Pasar Buton, Simpang Eks Siang Malam 24 Jam, depan Toko Adit atau Hotel Platinum, Simpang Kariangau, Simpang Grand City Atas, hingga Simpang Perumahan Polda.
Menurutnya, kepadatan kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta terus meningkat seiring berkembangnya kawasan perkantoran, pergudangan, serta aktivitas penunjang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi itu diperparah oleh penyempitan badan jalan akibat pergeseran marka dan antrean kendaraan di SPBU.
Satlantas Polresta Balikpapan memastikan tragedi ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan di kawasan tersebut.
Salah satu langkah yang akan ditempuh ialah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Balikpapan untuk mengembalikan marka jalan ke posisi semula, menertibkan kendaraan secara terpadu, serta mengusulkan pemasangan kembali rambu larangan melintas bagi kendaraan di atas 20 feet sesuai jam operasional.
Evaluasi itu diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi maupun angkutan logistik dengan volume yang terus bertambah. (*)















