TIM SAR gabungan akhirnya menemukan Achdar Has (64), pencari ikan yang hilang di aliran Sungai Mahakam kawasan Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (4/8/2026) pagi setelah pencarian marathon selama tiga hari.
Pencarian yang melibatkan puluhan personel gabungan ini membuahkan hasil pukul 07.56 WITA. Tim menemukan jasad korban terseret arus hingga radius 3,5 kilometer ke arah hilir dari titik dugaan awal kejadian (Last Known Position/LKP).
Kepala Kantor SAR Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, mengonfirmasi penemuan jasad warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan tersebut. Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.
"Korban ditemukan meninggal dunia pada koordinat 0°35'20.3"S 117°01'45.1"E. Tim langsung mengevakuasi korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Dody dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Peristiwa berdarah di perairan Mahakam ini bermula ketika Achdar pamit mencari ikan Minggu (2/8/2026) pukul 06.00 WITA. Namun, keberadaannya mulai memicu kecurigaan hanya dua jam berselang.
Sekira pukul 08.00 WITA, seorang saksi mata mendapati perahu milik korban terombang-ambing tanpa pengemudi di tengah sungai. Saksi yang berupaya mencari di area sekitar tidak menemukan keberadaan korban, hingga akhirnya melaporkan temuan ini ke pihak keluarga dan aparat kepolisian.
Dugaan kuat mengarah pada kecelakaan kapal ringan, di mana korban terpeleset atau terjatuh dari perahunya saat sedang memikat ikan di tengah derasnya arus Sungai Mahakam.
Memasuki hari ketiga penyisiran, operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi area pencarian seluas 2,5 kilometer persegi menjadi dua sektor utama. Pembagian ini dilakukan guna memaksimalkan pemantauan permukaan air maupun titik-titik krusial di sepanjang bantaran.
Penyisiran intensif tersebut melibatkan armada lengkap, mulai dari rubber boat Basarnas, speedboat BPBD Kutai Kartanegara, perahu patroli Satpolairud, hingga belasan perahu kayu milik warga setempat.
"Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Samarinda, BPBD Kukar, Satpolairud Polres Kukar, Polsek Loa Kulu, Damkarmatan, unsur relawan, serta masyarakat lokal," tutur Dody.
Setelah ditemukannya jasad Achdar, tim SAR gabungan langsung menggelar debriefing resmi pada pukul 08.17 WITA di Posko Lapangan. Dody menyatakan seluruh rangkaian operasi SAR ditutup dan personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
"Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat diimbau untuk kembali meningkatkan kesiapsiagaan operasional di wilayah kerja masing-masing," pungkasnya.
Pihak otoritas mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Mahakam untuk selalu mengutamakan prosedur keselamatan, seperti menggunakan jaket pelampung (life jacket) saat berlayar. (*)















