PEMBAGIAN buku LKPD gratis Samarinda resmi bergulir untuk mendistribusikan 687.755 eksemplar Lembar Kerja Peserta Didik senilai Rp16,6 miliar kepada 90.456 siswa SD dan SMP negeri. Langkah ini diambil Pemerintah Kota Samarinda untuk menjamin kesetaraan hak pendidikan tanpa membebani orang tua siswa.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menegaskan program ini hadir langsung untuk menjawab kebutuhan operasional pendidikan masyarakat.
"Guru tidak harus terpaku 100 persen kepada buku, tetapi bisa menyesuaikan dengan keadaan di kelas," tegas Neneng saat penyerahan simbolis di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdikbud Samarinda, Jumat.
Neneng meminta tenaga pendidik tidak menjadikan LKPD sekadar pelengkap administrasi semata. Ia menginstruksikan para kepala sekolah mengawal proses distribusi agar berjalan tertib, valid, dan transparan demi menjaga akuntabilitas anggaran.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby, menjelaskan pengadaan LKPD bersumber dari APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2026. Program ini disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027 di 215 sekolah negeri.
"LKPD membantu peserta didik memahami materi, mengembangkan kemampuan berpikir, serta melaksanakan kegiatan pembelajaran secara lebih terarah sesuai kurikulum," ujar Ibnu.
Penyaluran buku mencakup delapan mata pelajaran jenjang SD dan 11 mata pelajaran jenjang SMP dengan rincian:
Jenjang SD: 402.873 eksemplar buku disebar ke 164 sekolah untuk 62.925 siswa, dengan nilai kontrak Rp9,75 miliar.
Jenjang SMP: 284.882 eksemplar buku disebar ke 51 sekolah untuk 27.531 siswa, dengan nilai kontrak Rp6,87 miliar.
Penyerahan secara simbolis disalurkan kepada perwakilan 10 SD negeri di wilayah pinggiran Samarinda, sedangkan untuk jenjang SMP didistribusikan langsung dari penerbit ke 51 sekolah. (*)















