KASUS dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis alias MBG di Bontang berdampak pada 56 siswa SD dan SMP Vidatra yang mengalami mual, muntah, hingga pingsan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis pada Senin (10/8/2026).
Dari puluhan korban tersebut, 30 siswa langsung mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 9 orang di antaranya harus menjalani rawat inap di RS LNG Badak.
Gejala keracunan MBG di Bontang ini mulai dirasakan para siswa beberapa jam setelah mereka menyantap hidangan yang dibagikan sekitar pukul 09.00 WITA. Salah satu orang tua murid mengaku menerima panggilan telepon dari anaknya pada pukul 12.00 WITA yang mengeluhkan sakit perut hebat.
"Sekira pukul 12.00 WITA anak saya sudah telepon katanya sakit perut. Dia bilang teman sekelasnya juga banyak yang muntah, bahkan sampai pingsan," ujar salah satu orangtua siswa saat dihubungi Pranala.co melalui sambungan telepon.
Menurut keterangan saksi, menu Makanan Bergizi Gratis yang disajikan hari itu berisi nasi uduk dan ayam suwir. Gejala mual dan muntah mendadak muncul secara massal di area sekolah tak lama setelah jam makan siang.
Siswa yang mendapatkan perawatan medis menerima suntikan obat dan cairan infus untuk menstabilkan kondisi fisik mereka. Kondisi beberapa korban dilaporkan mulai membaik setelah mendapat penanganan darurat dari tim medis rumah sakit.
Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Bontang Masih Diinvestigasi
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, membenarkan terjadinya insiden massal tersebut. Kasus ini diketahui bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan Berbas Tengah 03.
"Kasus ini berasal dari SPPG Bontang Selatan Berbas Tengah 03 dan berbeda dengan kejadian sebelumnya," kata dr. Toetoek Pribadi Ekowati.
Diskes Bontang bergerak cepat mengamankan sampel makanan dari lokasi kejadian untuk dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bontang. Pengujian laboratorium ini dilakukan untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya atau bakteri pencemar pada makanan.
"Sampel langsung kami ambil dan bawa untuk diuji di laboratorium. Paling cepat tiga hari baru diketahui hasilnya," tegas Toetoek.
Tim medis dan dinas terkait juga menggelar penyelidikan epidemiologi guna memetakan jalur paparan, sumber pencemaran, serta faktor risiko yang memicu kasus keracunan MBG di Bontang ini.
Menanggapi lonjakan kasus keracunan MBG di Bontang, Diskes Bontang mengimbau seluruh penyedia jasa boga dan pihak sekolah untuk memperketat standar keamanan pangan. Pengawasan rantai pasok dan olahan makanan dinilai krusial agar insiden serupa tidak terulang di sekolah lain.
Pihak sekolah Vidatra mengambil langkah tegas setelah adanya insiden ini. Melalui edaran resmi, pembagian Makanan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah dihentikan sementara sampai investigasi selesai.
Langkah penghentian sementara diambil untuk menjamin keselamatan seluruh siswa serta memberi waktu bagi pihak berwenang menyelesaikan uji laboratorium secara menyeluruh. (*)

![Para siswa SMP Vidatra Bontang sedang menjalani perawatan di RS Badak LNG diduga usai santap MBG, Senin (10/8/2026). [Dok IST]](/api/watermark-image?src=%2Fuploads%2F2026%2F08%2Fbac9ff3b-7b76-41f3-98e2-7ef6aba90e5d.webp&wm=%2Fuploads%2F2026%2F07%2F601065b6-7686-4aac-872e-59753a780678.webp&op=29&sz=50&pos=center&pt=10&pr=10&pb=10&pl=10)













