RUANG gerak ekonomi kreatif di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali berdenyut. Sepanjang Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru, bakal disulap menjadi kawasan malam yang hidup, penuh sesak kuliner lokal, hingga deretan panggung seni daerah.
Pemerintah Kota Bontang memastikan ajang bertajuk Creative Night Market (CNM) 2026 siap dihentak pada 24–25 Juli mendatang. Mengusung konsep Cut Nyak Dien Performing Arts Festival, gelaran ini diproyeksikan jadi magnet baru hiburan keluarga sekaligus mesin penggerak ekonomi warga.
Daya tariknya tak main-main. Hingga pertengahan minggu ini, antusiasme pedagang sudah membludak. Dari total 120 slot yang disediakan, mayoritas sudah ludes dipesan para pelaku usaha lokal yang tak sabar memamerkan produk terbaiknya.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa CNM dirancang bukan sekadar pasar kaget biasa. Pemerintah menyiapkan 100 tenant umum serta 20 tenant khusus paguyuban untuk menghidupkan malam di kawasan Bontang Baru.
"Sampai saat ini pendaftar sudah menembus angka 70 pelaku usaha. Ini bukan cuma tempat orang jualan, tapi etalase kreativitas Kota Bontang," ujar Eko saat ditemui, Rabu (22/7/2026).
Eko menyebut, produk-produk lokal khas daerah mendapat porsi prioritas. Targetnya, memperkuat identitas pariwisata Bontang lewat ragam olahan dan karya tangan yang otentik.
Lahirnya festival ini tak lepas dari kerja sama erat antara Dispopar-Ekraf Bontang, Pokdarwis Bontang Baru Bersinar, dan komunitas Geprek. Sinergi ini dibuat agar dampak ekonominya langsung menetes ke warga sekitar.
Bagi para pelaku UMKM, kesempatan ini juga tergolong ramah kantong. Pengelola hanya mematok sewa lapak mulai Rp150 ribu sampai Rp200 ribu untuk dua hari penuh, ditambah iuran kebersihan dan keamanan Rp30 ribu per hari.
Niatnya sederhana. Biaya terjangkau ini disiapkan agar para pedagang tak terbebani modal awal, sehingga bisa fokus menggenjot omzet dan memperluas rantai promosi mereka.
"Iuran itu murni untuk kenyamanan bersama. Kita ingin pedagang tenang, pengunjung nyaman dari urusan sampah sampai keamanan," tambah Eko.
Guna memanjakan pengunjung, deretan panggung pertunjukan seni dan hiburan rakyat siap disuguhkan berjejer di sepanjang arena acara. Perpaduan aroma kuliner hangat dan riuh seni pertunjukan diyakini bakal membuat pengunjung betah berlama-lama.
Dia berharap, momentum dua malam ini bisa menjadi pemicu kebangkitan UMKM di Kota Bontang agar lebih dikenal luas oleh publik nasional. (*)















