AREA pelabuhan selalu punya risiko kerja yang tinggi. Beban muatan berat, alat-alat raksasa, hingga tuntutan konsentrasi penuh membuat stamina fisik dan pikiran jernih menjadi taruhan utama. Di lingkungan ekstrem seperti ini, narkoba adalah ancaman mematikan.
Menyadari bahaya tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang bergerak menyisir kawasan industri. Sebanyak 30 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di PT Kaltim Nitrat Industri (KNI) menjalani tes urine mendadak, Selasa (21/7/2026).
Pemeriksaan dilakukan secara ketat menggunakan tujuh parameter uji untuk mendeteksi berbagai jenis zat terlarang. Langkah ini diambil bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan keselamatan jiwa para pekerja di lapangan.
Hasilnya memuaskan. Seluruh buruh pelabuhan yang diperiksa dinyatakan bersih alias negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengapresiasi inisiatif manajemen perusahaan yang meminta langsung pemeriksaan ini. Menurutnya, kesadaran dari dalam industri adalah kunci utama pencegahan.
"Ini langkah yang sangat positif. Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Lingkungan kerja yang bebas narkoba akan berdampak langsung pada keselamatan dan produktivitas," ungkap Lulyana.
Tak sekadar mengambil sampel urine, BNN juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan para pekerja. Edukasi diberikan dengan pendekatan humanis, mengingatkan bahwa jerat narkoba tak hanya menghancurkan karir, tetapi juga menyengsara keluarga di rumah.
Satu orang pekerja yang terpengaruh obat terlarang di area pelabuhan bisa memicu kecelakaan fatal bagi belasan rekan kerja di sekitarnya. Risiko bahaya ini disadari betul oleh para buruh yang menggantungkan hidupnya di dermaga.
Respons para buruh pelabuhan pun sangat positif. Di tengah stereotip awam yang kerap menyudutkan pekerja lapangan, mereka justru menunjukkan keterbukaan dan komitmen tinggi untuk menjaga kawasan kerja tetap steril.
"Alhamdulillah, mereka sangat terbuka dan berkomitmen bekerja tanpa narkoba. Ini iklim kerja sehat yang kita harapkan bersama," tambah Lulyana.
Lulyana menegaskan, perang melawan barang haram ini mustahil dimenangkan aparat sendirian. Dunia usaha punya peran vital sebagai benteng pertahanan pertama.
Ia berharap aksi nyata PT KNI bisa menular ke perusahaan-perusahaan lain di Bontang, khususnya sektor industri berisiko tinggi.
"Kesadaran itu kunci utama. Bagaimana kita mau memberantas narkoba, kalau penggunanya masih banyak? Mulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja," tegas Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani. (*)















