Pranala.co, BALIKPAPAN — Kehadiran Export Center di Kota Balikpapan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota (Pemkot) sebagai langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma, mengatakan Export Center merupakan fasilitas strategis untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya Export Center di Balikpapan. Ini momentum penting bagi pelaku UMKM dan industri kecil menengah untuk naik kelas,” ujar Heruressandy usai menghadiri peresmian Export Center Balikpapan dan Batam di Gedung Galeri UMKM Center Kaltim, Jumat (1/8).
Menurutnya, Balikpapan menyimpan potensi ekspor yang besar, terutama dari sektor perikanan dan kelautan.
Sejauh ini, kata Heruressandy, sebagian besar produk UMKM masih berupa bahan baku mentah. Namun, beberapa telah berkembang menjadi produk olahan pangan unggulan dan mulai merambah pasar Asia Tenggara.
“Ke depan, kami ingin produk-produk ini bisa menembus pasar Eropa hingga kawasan lainnya. Pemkot akan terus mendampingi pelaku usaha agar mampu memenuhi standar global,” tambah Heruressandy.
Dia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta keberlanjutan usaha.
Sebab, pasar luar negeri menuntut produk yang tidak hanya berkualitas tinggi, tapi juga dalam jumlah besar dan kontinu.
“Kuantitas dan kontinuitas adalah tantangan utama. Maka dibutuhkan SDM terlatih, teknologi yang memadai, serta alat produksi yang mendukung,” jelasnya.
Selain kesiapan produksi, lanjut Heruressandy, aspek legalitas dan sertifikasi juga tidak luput dari perhatian.
DKUMKMP juga memastikan UMKM harus memiliki dokumen-dokumen pendukung ekspor seperti SNI, BPOM, dan sertifikasi HACCP dari Kementerian Perindustrian.
Di satu sisi, menurut Heruressandy, Dinas Perdagangan juga memfasilitasi dokumen ekspor yang dibutuhkan dari Kementerian Perdagangan.
“Kami targetkan setiap tahun ada peningkatan 50 persen jumlah UMKM siap ekspor. Saat ini, ada sekitar 25 UMKM di Balikpapan yang benar-benar potensial menembus pasar global,” ungkap Heru.
Lebih lanjut, saat ini tercatat lebih dari 87 ribu UMKM di Balikpapan yang tersebar di 17 sektor usaha. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan menuju pasar ekspor.
Dengan produk unggulan tidak hanya berasal dari sektor perikanan, tetapi juga dari hasil olahan pertanian, makanan sehat, dan produk inovatif lainnya.
Heru menegaskan, Export Center ini akan menjadi motor percepatan lahirnya pelaku UMKM ekspor baru dari Balikpapan.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi dan dukungan pemerintah pusat, UMKM Balikpapan bisa menjadi bagian penting dalam peta ekspor nasional,” pungkasnya. (SR)
















