Tiga Wilayah di Kawasan IKN Terendam Banjir

Seorang warga Pemaluan pose ditengah arus deras air banjir (IDN Times/Ervan)

pranala.co – Akibat tingginya curah hujan dan adanya air pasang laut, tiga wilayah di kawasan penujang Calon Ibu Kota Negara (IKN) Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) direndam banjir.

Bencana banjir yang terjadi sejak Jumat (7/1) kemarin sekitar pukul 13.00 Wita hingga 20.00 Wita tersebut merendam puluhan rumah warga di Desa Binuang, Kelurahan Pemaluan dan Desa Telemow di Kecamatan Sepaku, PPU.

“Ada tiga wilayah yakni Desa Binuang, Kelurahan Pemaluan dan Desa Telemow di Kecamatan Sepaku yang terkena banjir akibat curah hujan tinggi dan bertepatan pasang air sungai pada Jumat kemarin,” ujar Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana pada Dinas Sosial PPU, R. Agus Purwanto, Sabtu (8/1) di Penajam.

Agus mengatakan bahwa bencana banjir di Desa Binuang terjadi bermula pada Jumat kemarin sekitar pukul 13.00 wita hujan turun dengan intensitas tinggi. Pada pukul 20.00 Wita hujan berangsur reda, tetapi terjadi luapan air dari sungai setempat.

“Akibat hujan dan pasang air laut sehingga aliran air sungai meluap dan merendam dua rumah yang dihuni dua Kepala Keluarga (KK) di RT 03, lalu RT 04 dua rumah juga dengan dua KK, lalu RT 07 rumah milik satu 1 KK dan RT 08 meredam 18 rumah dihuni 18 KK. Ketinggian air ketika itu mencapai 60 cm di halaman rumah dan 40 cm di dalam rumah warga,” sebutnya.

Kejadian bencana serupa, lanjutnya,  juga terjadi di Kelurahan Pemaluan dan Desa Telemow. Ada satu RT dengan 11 rumah milik 11 KK yang terdampak di Kelurahan Pemaluan. Sementara ketinggian air di halaman rumah korban mencapai kurang lebih 50 centimeter dan dalam rumah lebih kurang 30 centimeter.

“Sedangkan di Desa Telemow, juga hanya di RT 01 terdampak banjir namun merendam tiga rumah yang dihuni enam KK. Sementara ketinggian air sekitar 40 centimeter di halaman dan dalam rumah warga,” katanya.

Banjir itu karena guyuran hujan deras dengan durasi lama, sehingga mengakibatkan air sungai meluap. Ini berdampak pada naiknya permukaan air pada halaman dan rumah warga yang berada di wilayah rendah atau di pinggir aliran sungai.

Agus mengungkapkan, akibat banjir tersebut berdasarkan hasil pantauan pihaknya di lapangan untuk kerusakan rumah tidak ditemukan. Begitu pula dengan kerusakan fasilitas umum yang disebut nihil sejauh ini. Petugas juga tidak menemukan adanya korban jiwa atau warga yang mengalami luka-luka.

Banjir rata rata di Sepaku selama tiga jam dan sekitar pukul 22.00 Wita banjir telah surut. Desa Binuang, Desa Telemow dan Kelurahan Pemaluan, Sepaku itu lokasinya  jauh dari rencana pembangunan kawasan IKN.

“Setelah mendapatkan laporan dan masyarakat pihaknya (Dinsos) bersama  dan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung datangi lokasi bencana serta berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan di lokasi bencana. Melakukan pendataan bersama warga terdampak banjir. Termasuk membantu warga mengamankan barang-barang berharganya ke tempat aman,” pungkasnya. [dn]

More Stories
Arwah Orang Wafat Bisa Bertemu dengan Arwah Manusia Hidup?