DUA dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk sementara waktu menghentikan operasionalnya. Keputusan ini diambil bukan karena persoalan distribusi, melainkan untuk memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan penerima benar-benar aman, higienis, dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Langkah tersebut menyasar dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Tanjung Laut Bontang Selatan 1 dan SPPG Tanjung Laut Indah Bontang Selatan 2. Keduanya kini tengah menjalani proses pembenahan menyeluruh sebelum kembali melayani masyarakat.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan.
“Prosesnya sedang berjalan. Kami optimistis dalam beberapa bulan ke depan keduanya sudah bisa kembali beroperasi,” ujar Surya, Selasa (9/6/2026).
Pembenahan yang dilakukan mencakup pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, renovasi bangunan, hingga penyesuaian tata letak dapur agar sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Menurut Surya, aspek keamanan pangan tidak bisa ditawar dalam program berskala besar seperti MBG. Terlebih, sasaran utama program ini merupakan kelompok yang memiliki kebutuhan gizi tinggi dan rentan terhadap risiko kesehatan.
“Karena program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita, jadi standar keamanannya harus kita pastikan,” tegasnya.
Standar higiene dan sanitasi menjadi salah satu perhatian utama. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kontaminasi pangan sekaligus menjaga kualitas makanan yang disalurkan setiap hari.
Di tengah proses pembenahan dua dapur tersebut, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Bontang tetap berjalan normal melalui dapur-dapur lain yang masih aktif beroperasi.
Data BGN menunjukkan hingga awal Juni 2026, sebanyak 43.720 warga telah menerima manfaat program MBG. Jumlah itu setara dengan sekira 73 persen dari total target penerima yang mencapai 59.764 orang.
Kelompok penerima terbesar berasal dari kalangan peserta didik sebanyak 33.278 orang. Selain itu, program ini juga menjangkau 2.801 tenaga pendidik, 373 tenaga non-pendidik, 5.398 balita, 566 ibu hamil, serta 1.304 ibu menyusui.
Surya menyebut kelompok-kelompok tersebut menjadi prioritas karena kebutuhan gizinya berpengaruh langsung terhadap kesehatan, tumbuh kembang, dan produktivitas.
Saat ini masih terdapat 20 SPPG aktif yang menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi di berbagai wilayah Kota Bontang. Kehadiran dapur-dapur tersebut memastikan layanan tetap berjalan meski sebagian fasilitas sedang menjalani perbaikan.
BGN menargetkan cakupan penerima terus meningkat hingga mencapai seluruh sasaran yang telah ditetapkan. Dengan begitu, manfaat program ini tidak hanya dirasakan lebih luas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi Bontang yang lebih sehat dan produktif. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














