SETIAP pagi, ribuan anak sekolah di Bontang mulai terbiasa menerima makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui juga perlahan ikut merasakan manfaatnya.
Namun di balik capaian itu, masih ada sekira 16 ribu warga yang belum tersentuh program tersebut.
Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan hingga awal Juni 2026, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang telah menjangkau 43.720 penerima manfaat. Angka itu setara 73 persen dari total sasaran yang ditetapkan sebanyak 59.764 orang.
Artinya, lebih dari seperempat target penerima masih menunggu giliran.
Jumlah tersebut bukan angka kecil. Di dalamnya terdapat anak-anak yang masih membutuhkan tambahan asupan gizi, balita yang berada pada masa penting pertumbuhan, hingga ibu hamil dan ibu menyusui yang memerlukan nutrisi memadai untuk menjaga kesehatan diri dan buah hati mereka.
Koordinator BGN wilayah Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, mengakui cakupan program memang belum sepenuhnya mencapai target. Meski demikian, tren pelaksanaannya terus menunjukkan perkembangan positif.
Mayoritas penerima manfaat saat ini berasal dari kalangan peserta didik sebanyak 33.278 orang. Selain itu, program juga telah menjangkau 5.398 balita, 566 ibu hamil, 1.304 ibu menyusui, 2.801 tenaga pendidik, serta 373 tenaga non-pendidik.
“Kelompok ini diprioritaskan karena memiliki kebutuhan gizi tinggi yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan produktivitas,” ujar Surya, Selasa (9/6/2026).
Upaya memperluas cakupan program saat ini menghadapi tantangan tersendiri. Dua dapur MBG di Bontang masih menjalani proses pembenahan sehingga belum beroperasi.
Kedua fasilitas tersebut adalah SPPG Tanjung Laut Bontang Selatan 1 dan SPPG Tanjung Laut Indah Bontang Selatan 2.
Saat ini keduanya tengah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, renovasi bangunan, serta penyesuaian tata letak dapur agar sesuai standar keamanan pangan.
Meski demikian, distribusi makanan bergizi tetap berjalan. Sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya masih aktif melayani penerima manfaat di berbagai wilayah Kota Bontang.
BGN menargetkan seluruh sasaran program dapat terlayani setelah seluruh fasilitas pendukung beroperasi optimal.
Surya mengatakan penambahan kapasitas layanan menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan program hingga menyentuh seluruh kelompok yang telah masuk dalam daftar sasaran.
“Target kami, setelah seluruh dapur kembali beroperasi optimal, cakupan penerima dapat mencapai 100 persen,” katanya. [RE/FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















