ANGGOTA Pasukan Pengibar Bendera alias Paskibraka Kutai Timur (Kutim), Akhmad Annur, sukses mengemban tugas sebagai pengerek bendera pada prosesi penurunan Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (17/8/2026) sore.
Siswa SMAN 1 Sangatta Utara tersebut tampil percaya diri di hadapan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, jajaran Forkopimda, serta ratusan tamu undangan.
Putra pasangan Misbahuddin dan Nurlin ini mengaku lega sekaligus bangga karena pelaksanaan tugas lapangan melampaui ekspektasi pribadinya.
"Ini mungkin bukan ekspektasi saya, karena yang saya pikirkan awalnya hancur. Tapi ternyata berbeda. Lebih bagus dan lebih sempurna," ujar Akhmad usai upacara.
Meski masa pemusatan latihan Paskibraka Kutai Timur tergolong singkat—hanya dua minggu—Akhmad menegaskan tidak menemukan kendala berarti di lapangan.
Faktor kebersamaan dan komunikasi yang telah terjalin antarpeserta membuat proses adaptasi formasi berjalan cepat dan presisi.
"Menurut saya lebih gampang, karena sebagian dari rekan-rekan kami sudah mengenal lebih dekat, jadi lebih gampang beradaptasi," tuturnya.
Ia menambahkan, dorongan moral dari sesama anggota Paskibraka menjadi bahan bakar utama menjaga konsentrasi hingga detik-detik akhir penurunan bendera.
"Tanpa dukungan mereka, saya tidak jadi seperti ini. Tanpa mereka, kami tidak sesemangat ini. Perjuangan terbayar," kata pemuda kelahiran 2009 tersebut.
Kehadiran Orangtua dan Cita-Cita Menjadi Polisi
Momen sakral tersebut semakin emosional lantaran dihadiri langsung oleh kedua orang tuanya yang menyaksikan dari tribun undangan.
Dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman sekolah diakui Akhmad menjadi suntikan motivasi terbesar saat mengeksekusi penarikan tali bendera.
Pengalaman berharga sebagai Paskibraka Kutai Timur ini bakal ia jadikan pijakan awal untuk mengejar cita-cita mulianya selepas lulus SMA.
"Insyaallah polisi," tegas Akhmad saat ditanya mengenai target karier masa depannya.
Kedisiplinan, ketahanan fisik, serta mental pantang menyerah yang ditempa selama pelatihan Paskibraka kini menjadi modal berharga bagi Akhmad untuk menembus seleksi Kepolisian Republik Indonesia. (*)















