SEPENINGGALAN Mas Nasirun, pada 1 Agustus 2026, lini masa dipenuhi kenangan dan kebaikan hati Nasirun. Foto dan video berseliweran. Kawan- kawan dari berbagai kalangan. Dia bukan hanya pelukis tetapi sudah menjadi sahabat banyak orang. Termasuk saya, pensiunan yang bukan siapa-siapa. Beruntung sempat bergaul dengannya. Meski singkat tetapi berkesan.
Waktu meninggalnya tidak bisa takziah ke rumahnya karena sedang tidak di Yogya. Maka mumpung ada kesempatan di Yogya, saya mampir untuk melihat pamerannya, Arundhati di Pendhapa Art Space Jl. Ringroad Selatan.
Arundhati, menurut kuratornya Kuss Indarto, dari bahasa Sanskerta, nama Dewi Arundhati, istri Dewa Wasista, dalam mitologi Hindu berarti kesetiaan. Dunadi asal Bantul dan Nasirun asal Cilacap yang sama-sama alumni ISI Yogya, setia menekuni hidupnya lewat seni rupa lebih dari 30 tahun berkarya. Pameran ini menampilkan jejak karya seni rupa dari awal sampai terkini. Pameran dibuka olek aktor Dwi Sasono pada 20 Juni 2026.
Masuk ruangan masih terlihat sepi maka cukup leluasa menikmati pameran. Hanya satu dua pengunjung. Banyak patung dan relief Soekarno-Hatta. Ada patung Soekarno Hatta setinggi 7 meter memenuhi ruangan. Juga patung Soekarno Hatta dalam cangkang telur di di depan burung garuda.
Replika ini mau dibuat besar dan dipasang di IKN (Ibu Kota Negara) di Sepaku, Penajan Paser Utara tetapi tak jadi. Ternyata Dumadi yang juga pemilik Pendhapa Art Space dikenal sebagai pembuat patung Soekarno. Sudah 15 kali dibuatnya.

Lukisan Nasirun seperti biasa bergaya surealis, mistis, dengan simbol-simbol mitologi, wayang, profilnya, malaikat, bumi dengan dipenuhi banyak hiasan sulur-sulur dan tulisan. Cenderung agak gelap. Lukisan sangat besar ukuran 14 x 2 m menyita ruangan. Berisi berita, gambar para pelaku seni korban covid 19 tahun 2020-2022. Termasuk dalang Seno Nugroho, Miroto, penyair Joko Pinurbo, penyanyi Glenn Fredly.
Lukisan Nasirun yang berkolaborasi dengan vokalis Kunto Aji di Asram Edupark Sleman pada 1 Januari 2026 yang berjudul, Wareg Waras Wiris mewarnai dinding selanjutnya. Kunto Aji dikenal dengan lagunya yang reflektif sebagai penenang jiwa. Albumnya yang terkenal Mantra-mantra dan Kuda Hitam.
Wareg bernuansa biru, Waras merah dan Wiris kuning. Banyak tulisan tangan puisi Nasirun. Beberapa lukisan bernuansa Suara Semesta, Perkawinan Langit Bumi, sosok malaikat dengan warna cenderung gelap.
Uwuh Seni
Ada yang menarik dalam suatu ruangan bertajuk uwuh seni. Ada 360 kertas undangan berbagai pameran direspon dengan lukisan dan coret-coret ala Nasirun. Dibingkai dan disusun menarik. Juga cap dan stempel dikreasikan menjadi menarik.
Memang seniman kreatif. Dulu, waktu berkunjung ke rumah studionya, ditunjuki lukisan model ini yang banyak dipajang di dinding rumahnya.
Apresiasi Affandi
Ada juga ruangan yang didekasikan untuk pelukis Affandi (1907-1990). Nasirun mengidolakan Affandi sebagai salah satu tokohnya, disamping Hendra, S Sudjojono, Widayat, dosennya Fajar Sidik. Beberapa lukisan tokohnya dipajang di dinding rumahnya dan punya koleksi banyak sketsa kertas Affandi. Ada yang di buku tulis.

Dunadi membuat patung Affandi dengan gaya khas dengan cangklong rokoknya. Dilengkapi relief wajah Kartika, putrinya, dan kedua tangan mengatup. Nasirun melengkapi dengan rupa huruf A besar, simbol nama Affandi dan lukisan besar telapak tangan. Juga lukisa huruf A dengan profil tokoh wayang Sukrosono dengan tulisan Realis yang semurni-murninya. Affandi kadang mengasosiasikan diri sebagai Sukrosono.
Di ruangan lain, ada banyak lukisan sketsa Dunadi, karya lama. Juga lukisan Nasirun karya lama. Ada lukisan panjang rumah-rumah di desa dan danau dengan media cat air.
Di belakang pendopo, ruang terbuka dengan panggung dihiasi patung Basuki Abdullah, Raden Saleh dan lukisan besar profil kepala Dali, pelukis surealis terkenal dari Spanyol. Juga ada patung Gajah Mada besar dan beberapa tokoh sejarah serta patung anak-anak dan buaya darat.
Mengasyikkan, menikmati pameran ini. Gedungnya yang luas dan lega. Sepintas melihat lukisan dengan beberapa judul Jati Diri dan juga subjudul thema, seniku mohon maaf lahir batin. Padahal bukan bulan Syawal tetapi kenapa harus ada kalimat maaf lahir batin. Setuju seperti diungkap kurator bahwa itu isyarat Nasirun pamitan. Cara pamitan yang elegan. (Sunaryo Broto, Beji, 11 Agustus 2026)















