ANDI Harahap meninggal dunia, Rabu (5/8/2026). Mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2008–2013 itu mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD), Balikpapan.
Kabar duka tersebut segera menyebar di kalangan masyarakat dan tokoh politik Kalimantan Timur (Kaltim). Andi Harahap dikenal sebagai salah satu figur yang berperan besar dalam perjalanan politik sekaligus pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengonfirmasi kabar wafatnya Andi Harahap melalui unggahan resmi Humas Sekretariat Daerah.
"Kami segenap keluarga besar Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya H. Andi Harahap, S.Sos."
Dalam pernyataan yang sama, Pemkab PPU juga menyampaikan doa bagi almarhum.
"Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan."
Ucapan belasungkawa itu menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian Andi Harahap selama puluhan tahun di pemerintahan maupun dunia politik.
Perjalanan Panjang Andi Harahap di Dunia Politik
Lahir pada 24 November 1956, Andi Harahap merupakan Bupati Penajam Paser Utara kedua yang menjabat pada periode 2008 hingga 2013.
Sebelum memimpin PPU, ia lebih dahulu dipercaya sebagai Ketua DPRD Penajam Paser Utara selama dua periode, yakni 2002–2008.
Karier politiknya tidak berhenti setelah masa jabatan sebagai bupati berakhir. Andi Harahap kembali maju dalam Pilkada PPU pada 2013 dan 2018, meski belum berhasil memenangkan kontestasi tersebut.
Pada Pemilu 2019, ia terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur mewakili daerah pemilihan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser untuk masa jabatan 2019–2024.
Di DPRD Kaltim, Andi Harahap dipercaya memimpin Fraksi Partai Golkar sebagai ketua.
Tokoh Penting Pemekaran Penajam Paser Utara
Nama Andi Harahap juga melekat dalam sejarah berdirinya Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam proses pemekaran wilayah dari Kabupaten Paser pada 2002. Pemekaran tersebut kemudian melahirkan Kabupaten Penajam Paser Utara yang terdiri atas empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.
Perannya dalam fase awal pembentukan daerah membuat Andi Harahap menjadi salah satu figur yang dikenang dalam perjalanan pemerintahan PPU.
Selain aktif di pemerintahan, Andi Harahap juga memiliki kiprah panjang di Partai Golkar.
Ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Penajam Paser Utara sejak 2002 hingga 2020.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar menjadi salah satu kekuatan politik utama di PPU dan terus berperan dalam berbagai kontestasi politik daerah.
Kepergian Andi Harahap menjadi kehilangan bagi masyarakat Penajam Paser Utara, terutama bagi mereka yang mengenalnya sebagai tokoh yang turut mewarnai perjalanan pemerintahan, politik, dan proses lahirnya kabupaten tersebut. (*)















