SAMARINDA – Antusiasme masyarakat menyambut pembukaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Nomor 24 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur terlihat jelas beberapa waktu lalu.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tepian.
“Sekolah rakyat adalah program prioritas pemerintah pusat. Fokusnya memberikan akses pendidikan yang komprehensif dan terintegrasi, khususnya bagi anak-anak kurang mampu,” ujar Andi Harun.
Andi menjelaskan perbedaan antara sekolah rakyat non-boarding dan boarding school.
Menurutnya, non-boarding school lebih banyak mengandalkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Sedangkan boarding school atau sekolah berasrama, dirancang untuk memberikan kebutuhan holistik. Mulai dari pembinaan karakter, pengembangan kepribadian, hingga pendampingan intensif bagi siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan karakter,” tegas Andi Harun.
Andi menekankan, pendidikan bukan sekadar jalan menuju kemakmuran, tapi juga jembatan memutus mata rantai kemiskinan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI yang telah menghadirkan program sekolah berasrama gratis.
“Untuk pertama kalinya bangsa ini memiliki akses pendidikan berasrama tanpa biaya. Ini jawaban atas tantangan keterbelakangan sekaligus cara meningkatkan Human Capital Index Indonesia,” ucapnya.
Wali Kota juga memastikan SRT tidak berhenti di satu titik. Ke depan, program ini akan dibuka di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Samarinda dan di komplek SMAN 16 Samarinda.
Harapannya, semakin banyak anak-anak kurang mampu yang bisa menikmati fasilitas pendidikan berkualitas.
“Dengan adanya SRT, kami ingin memberi harapan baru. Pendidikan gratis yang tidak hanya mendidik otak, tapi juga membentuk karakter,” tutupnya. (TIA)







