Pranala.co, SAMARINDA – Wajah transportasi publik di Kota Tepian bakal berubah. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah menyiapkan moda transportasi massal baru untuk menggantikan angkutan kota (angkot) yang selama ini jadi tulang punggung mobilitas warga.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan angkot sudah tidak lagi memenuhi standar. Dari sisi keselamatan hingga kenyamanan, kondisinya kian jauh dari ideal.
“Angkot secara teknis sudah tidak memenuhi standar. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan penyediaan angkutan umum yang layak,” ucap Manalu.
Hasil kajian menunjukkan, sistem baru ini akan mengandalkan tujuh rute utama yang terkoneksi dengan enam rute feeder dari kawasan permukiman.
Semua rute akan dimulai dari Teras Samarinda tahap dua. Lahan yang awalnya dirancang sebagai area parkir bakal dialihfungsikan menjadi halte modern dengan konsep satu halte melayani dua rute.
Untuk menjangkau jalan sempit, Dishub menyiapkan armada minibus atau ELF sebagai feeder. Sedangkan rute utama akan dilayani bus berukuran sedang.
Jika sesuai rencana, transportasi massal ini akan beroperasi pada 2026 dengan skema pembelian layanan (buy the service). Pemerintah akan menanggung biaya operasional dan membayar operator berdasarkan hitungan rupiah per kilometer.
“Skemanya tidak akan seperti angkot yang dikejar setoran, karena semua sudah dibayar pemerintah,” jelas Manalu.
Bus akan beroperasi dengan jarak antararmada sekitar 12 menit. Ada empat titik utama operasi, termasuk Pasar Pagi, lengkap dengan area parkir pendukung.
Meski belum ada jadwal pasti, rencana ini sudah masuk prioritas pembangunan 2026. Namun, Dishub mengakui ada tantangan, terutama dalam menertibkan angkot yang masih beroperasi meski sudah tak layak.
“Pada akhirnya, masyarakat juga yang akan memilih moda transportasi yang lebih baik,” tutup Manalu. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















