DI BALIK deretan ruang kelas SDN 006 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), semangat kesetaraan itu terus dirawat. Tidak ada sekat antara siswa reguler dan anak berkebutuhan khusus. Begitu pula antara anak keluarga berada dan mereka yang hidup dalam keterbatasan. Semua merangkul ruang belajar yang sama.
Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi SDN 006 Sangatta Utara yang kini mantap membidik predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) pada 2026. Setelah mengantongi akreditasi unggul serta predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, pihak sekolah terus berbenah melengkapi berbagai dokumen administrasi dan kesiapan teknis jelang penilaian tingkat kabupaten.
Kepala SDN 006 Sangatta Utara, Sukarmi, menegaskan bahwa perburuan predikat SRA bukan sekadar urusan plang sertifikasi. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang dalam pemenuhan hak-hak anak dan penguatan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah.
"Tahun ini insyaallah kami mau maju ke Sekolah Ramah Anak. Semoga nanti bisa kita raih, jadi kita bertahap," ujar Sukarmi saat ditemui di Sangatta, Selasa (21/7/2026).
Saat ini, SDN 006 Sangatta Utara mendampingi sekira enam siswa berkebutuhan khusus yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6. Pihak sekolah memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses belajar-mengajar harian.
"Kami tidak membedakan anak yang reguler dengan anak yang berkebutuhan khusus. Semua sama-sama kita rangkul," tegas Sukarmi.
Guna memastikan kenyamanan para murid, infrastruktur fisik sekolah pun disesuaikan. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas tangga khusus yang dilengkapi pegangan pengaman (handrail).
Dari sisi SDM, sekolah mengerahkan tenaga pendidik berlatar belakang Magister (S2) Pendidikan Inklusi untuk mendampingi para siswa dengan kebutuhan khusus secara intensif.
Selain aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus, Sukarmi menekankan pentingnya membangun atmosfer belajar yang adil tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi keluarga siswa.
"Kami tidak membedakan anak orang kaya, anak orang tidak punya. Semua kita rangkul dan kita tangani bersama," tuturnya.
Saat ini, SDN 006 Sangatta Utara tinggal menunggu jadwal visitasi resmi dari dinas terkait setelah seluruh tahapan pendaftaran penilaian SRA tingkat kabupaten diselesaikan. Langkah ini diharapkan menjadi acuan baru pengembangan sekolah inklusif dan ramah anak di wilayah Kutim. (*)















