KUPANG, Pranala.co — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong dari berbagai lini. Salah satunya datang dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang kian mengintensifkan kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Komitmen itu kembali ditegaskan dalam Temu Tani Ketahanan Pangan Program Agrosolution 2026 yang digelar di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum lama ini. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, sekaligus solusi bagi pengembangan pertanian di wilayah dengan karakteristik lahan kering.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, Gustaaf AC Patty dan Sukardi Rinakit, sebagai bentuk dukungan langsung perusahaan terhadap penguatan sektor pertanian di kawasan timur Indonesia.
Gustaaf AC Patty menilai Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional, meskipun didominasi lahan kering.
“Temu tani ini menjadi wadah strategis untuk berdialog secara langsung dengan petani dan pemangku kepentingan. Kita bisa membahas tantangan sekaligus peluang pengembangan pertanian berkelanjutan yang benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Menurut dia, penguatan sistem pertanian yang tangguh, efisien, dan adaptif harus dibangun melalui sinergi multipihak. Hal ini penting untuk menjawab dinamika kebutuhan pangan yang terus berkembang.
Gustaaf juga menyinggung arahan Prabowo Subianto terkait pentingnya kedaulatan pangan.
“Kedaulatan pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Semangat ini menjadi landasan kami dalam menjalankan program Agrosolution,” tegasnya.
Program Agrosolution menjadi salah satu andalan Pupuk Kaltim dalam mendorong pertanian modern yang berkelanjutan. Tidak hanya menyediakan pupuk, program ini mengusung pendekatan terintegrasi.
Mulai dari edukasi budidaya, pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani, seluruhnya dirancang untuk memperkuat kapasitas petani.
“Petani tidak hanya mendapat akses terhadap input pertanian, tetapi juga pemahaman yang tepat dalam mengelola lahan secara berkelanjutan,” jelas Gustaaf.
Pandangan serupa disampaikan Sukardi Rinakit. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda besar yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.
“Diperlukan keterlibatan semua pihak. Industri pupuk memiliki peran penting, tetapi keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang saling menguatkan,” katanya.
Melalui Agrosolution, Kabupaten Kupang dinilai berpeluang menjadi contoh keberhasilan pengembangan pertanian di wilayah lahan kering. Tantangan ke depan, menurut Sukardi, bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesuburan tanah.
Implementasi Agrosolution di berbagai daerah menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satu contohnya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Produktivitas jagung di wilayah tersebut meningkat dari rata-rata 2,5 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare, atau melonjak sekira 140 persen. Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan terintegrasi mampu mengoptimalkan hasil pertanian. Keberhasilan serupa diharapkan dapat direplikasi di Kabupaten Kupang.
Sebagai bentuk komitmen, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan 500 kilogram pupuk urea kepada kelompok tani setempat. Produk yang digunakan adalah urea granul, yang dikenal memiliki kualitas baik dengan kandungan nitrogen optimal serta mudah diaplikasikan.
Butiran yang seragam membuat pupuk tidak mudah menggumpal dan memiliki daya sebar yang baik, sehingga membantu distribusi unsur hara lebih merata di lahan.
Namun, Sukardi mengingatkan bahwa kualitas produk harus diimbangi dengan pola pemupukan yang tepat.
“Produk yang baik tidak cukup tanpa edukasi. Di sinilah Agrosolution hadir untuk memastikan pemupukan dilakukan secara berimbang dan tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Pupuk Kaltim optimistis berbagai tantangan pertanian dapat diubah menjadi peluang. Tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga kesejahteraan petani.
“Dengan kerja bersama, kita bisa memperkuat kemandirian pangan bangsa sekaligus meningkatkan taraf hidup petani,” tutup Sukardi. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















