Pranala.co, SAMARINDA — Deru alat berat di proyek terowongan Sungai Dama ternyata meninggalkan luka lain: dinding rumah warga yang retak, lantai yang bergelombang, dan kepercayaan yang ikut goyah.
Proyek besar milik Pemkot Samarinda itu kembali jadi sorotan publik. Bukan karena progresnya, tapi karena dampak yang ditimbulkannya.
Beberapa rumah warga di Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, mengalami keretakan serius. Getaran dari alat berat selama proses konstruksi disebut jadi penyebab utamanya.
Yati (58), salah satu warga terdampak, mengaku kecewa. Bukan hanya karena rumahnya rusak, tapi juga karena tak ada perhatian dari wakil rakyat.
“Belum pernah ada anggota DPRD yang datang ke sini. Katanya sering sidak, tapi ke daerah kami belum pernah,” ujarnya dengan nada kesal.
Keretakan di rumah Yati bukan sekadar persoalan fisik. Ia menyebut, beban psikologisnya semakin berat ketika tidak ada pihak berwenang yang menengok langsung kondisi mereka.
Pengawasan DPRD Dipertanyakan
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar, menilai lemahnya fungsi pengawasan DPRD Samarinda jadi akar dari persoalan ini.
“Fungsi pengawasan dewan seharusnya aktif sejak awal pembangunan. Mereka tidak seharusnya menunggu masalah muncul dulu baru bergerak,” tegas Saipul.
Menurutnya, proyek terowongan Samarinda bukan proyek kecil. Nilainya besar, kompleksitas teknisnya tinggi, dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar.
“DPRD harus hadir sejak perencanaan sampai evaluasi. Warga berhak atas jaminan kualitas pekerjaan dan perlindungan dari dampaknya,” lanjutnya.
Saipul mendesak agar DPRD tidak hanya mengandalkan inspeksi mendadak (sidak) di area proyek. Dewan juga perlu meninjau langsung permukiman warga yang terdampak.
“Kesejahteraan masyarakat harus jadi prioritas. Dewan perlu membuat rekomendasi resmi ke wali kota agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan yang kuat sangat penting agar masalah serupa tidak terulang.
“Jangan tunggu warga jadi korban dulu baru semua pihak bereaksi,” tutup Saipul. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










