BALIKPAPAN, Pranala.co – Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Timur alias PKB Kaltim secara resmi menyatakan keluar dari barisan pendukung Gubernur Rudy Mas’ud. Keputusan ini dinilai menjadi titik awal perubahan konstelasi politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029.
Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kaltim di Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).
“Baik dipilih melalui DPRD maupun secara langsung oleh rakyat, PKB tidak akan lagi mengusung beliau,” ujar Syafruddin di hadapan kader partai.
Keputusan tersebut, kata Syafruddin, merupakan hasil evaluasi internal partai terhadap dinamika politik yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. PKB menilai komunikasi politik dengan pemerintah provinsi tidak berjalan optimal.
Selain itu, situasi politik yang dinilai kurang kondusif membuat hubungan antara PKB dan pemerintah daerah tidak lagi sejalan dengan arah dan visi partai.
Alih-alih mempertahankan posisi dalam lingkar kekuasaan, PKB memilih mengambil langkah strategis dengan berada di luar pemerintahan. Langkah ini disebut sebagai upaya konsolidasi kekuatan dan penyusunan strategi baru yang lebih mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, PKB juga menyoroti kinerja Pemprov Kaltim. Salah satu kritik utama adalah masih banyaknya jabatan eselon di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diisi pelaksana tugas (Plt).
Menurut PKB, posisi Plt memiliki keterbatasan kewenangan, sehingga berdampak pada lambannya pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.
Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Keputusan PKB keluar dari barisan pendukung Gubernur Rudy Mas’ud diperkirakan akan memicu perubahan peta koalisi politik di Kaltim.
Dengan posisi baru tersebut, PKB membuka peluang untuk mengusung kandidat alternatif, baik dari kader internal maupun melalui kerja sama dengan partai lain. [ID/RS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















