Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Kaltim · 22 Mar 2022 06:39 WITA ·

Peternakan Kaltim Meningkat jadi Rp2,2 Triliun


 Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

pranala.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengapresiasi capaian kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) tahun 2021, baik peningkatan populasi ternak sapi, produksi daging dan telur.

“Termasuk peningkatan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sub sektor peternakan yang meningkat dari Rp2,218 triliun menjadi Rp2,255 triliun dari PDRB Pertanian Rp40,848 triliun dan PDRB Provinsi Kaltim sebesar Rp695,158 triliun,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim H Riza Indra Riadi dalam akun Instagram Pemprov Kaltim.

Riza menambahkan, meski produksi di subsektor peternakan meningkat, tapi harus diakui produksi masih di bawah konsumsi masyarakat Kaltim, hingga masih memerlukan pasokan dari luar daerah.

“Untuk itu kinerja semua pihak harus terus didorong dengan program prioritas, di antaranya pembangunan mini ranch selama lima tahun sebanyak 120 unit memanfaatkan bekas lahan pertambangan batu bara, integrasi sapi-sawit, perhutanan sosial dan lahan kelompok masyarakat,” pesannya.

Riza mengimbau program kemitraan dan bina lingkungan juga terus digalakkan, terutama perusahaan yang beroperasi di Kaltim, baik BUMN maupun swasta.

Semua harus terus membangun, lanjut Riza termasuk menjalin sinergi dan kerja sama antara academician, businessman, government (ABG) seperti perguruan tinggi di Kaltim dalam kajian kajiannya guna mendukung kebijakan peternakan.

Begitu juga pihak swasta dalam mendorong investasi sebagai salah satu solusi terhadap keterbatasan anggaran pemerintah.

Berdaulat dalam penerapan regulasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, maka memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendorong lahirnya industri hilir, serta mewujudkan ketahanan energi dan pangan.

“Juga pengembangan komoditas agroindustri unggulan berbasis kawasan dan pemanfaatan lahan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” papar Riza. [das]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim