Pakai Narkoba Bareng 11 Anak Buah, Kapolsek Astana Anyar Terancam Dipecat, Utangnya Ratusan Juta

  • Whatsapp
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi (Foto: tangkapan layar akun YouTube Humas Polrestabes Bandung)

TERKENAL berprestasi, Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti kini jadi sorotan setelah diamankan di hotel lantaran kepergok pesta narkoba. Tak main-main, Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti diamankan bersama 11 anak buahnya. Kapolsek Astana Anyar ini diamankan di sebuah hotel di Bandung pada Selasa (16/2).

Hasil tes urine kapolsek perempuan berpangkat Kompol itu positif narkoba. “Setelah di tes urine, hasilnya positif,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (17/2).

Bacaan Lainnya

Tak cuma kapolsek, 11 anggota Polsek Astana Anyar turut diamankan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Erdi menjelaskan, saat ini mereka termasuk Kapolsek Astana Anyar masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar. Semua yang diamankan tersebut sudah menjalani tes urine.

Menurut Erdi, Polri khususnya Polda Jabar berkomitmen akan bertindak tegas dan keras kepada siapa pun anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terutama terkait narkoba.

“Ini masih didalami apakah semua anggota Polsek Astana Anyar atau tidak, tapi anggota mana pun kalau memang terlibat dalam kejahatan narkoba akan ditindak,” tegas Erdi.

Apabila terbukti melanggar, Polda Jabar tak segan memberikan hukuman tegas kepada anggota yang melanggar. “Ancamannya bisa penurunan pangkat hingga pemecatan,” ucapnya.

Daftar Kekayaan

Menjadi bagian aparatur sipil negara (ASN), Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi wajib melaporkan daftar harta kekayaan yang dimilikinya kepada KPK. Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, polwan yang kerap berpenampilan nyentrik itu memiliki harta kekayaan sebesar Rp 110 juta.

Data ini menurut LHKPN yang dilaporkan Kompol Yuni pada 9 Maret 2020 saat masih menjabat sebagai Kapolsek Sukasari. Diketahui, Kompol Yuni memiliki satu bidang tanah di Kota Bandung dengan nilai Rp 350 juta.

Ia juga memiliki mobil Toyota Avanza dengan nilai Rp 100 juta. Sementara aset lain seperti surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lain, ia tak punya. Bila dijumlahkan, harta kekayaan Kompol Yuni akan mencapai Rp 450 juta.

Sayangnya, Kompol Yuni memiliki utang sebesar Rp 340 juta sehingga mengurangi harta kekayaannya. Total, harta kekayaan yang dimiliki Kompol Yuni adalah Rp 110 juta.

Inilah daftar harta kekayaan Kompol Yuni:

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp.100.000.000

1.MOBIL, TOYOTA AVANZA Tahun 2009, HASIL SENDIRI Rp 100.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp —-

D. SURAT BERHARGA Rp —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp —-

F. HARTA LAINNYA Rp —-

Sub Total Rp 450.000.000

UTANG Rp.340.000.000

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp110.000.000

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 350.000.000

1.Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di KOTA BANDUNG, LAINNYA Rp 350.000.000

Lihai Menyamar

Kompol Yuni Purwanti kerap terlibat dalam operasi peringkusan pelaku narkoba. Ia sempat mengungkapkan salah satu proses penangkapan pengedar narkoba saat masih menjabat sebagai Kasat Reserse narkoba di Polres Bogor.

Melansir artikel Tribunnews berjudul “Sosok Kapolsek Astana Anyar yang Ditangkap Kasus Narkoba, Ternyata Pernah Ungkap Peredaran Kokain” Kompol Yuni sangat lihai dalam melakukan penyamaran di lapangan. Penampilan yang nyentrik, membuat ibu dua anak ini tidak mudah dikenali, apalagi oleh para pelaku narkoba.

“Aku kan memang pakaiannya seperti ini, pakai kaos, celana levis bolong, sepatu converse,” katanya

“Dibuat enjoy saja, walau tidak pulang, niat kami memberi yang terbaik untuk Polres Bogor, niat tanggung jawab dan keikhlasan bekerja,” kata Polwan angkatan 1989 itu.

Walau begitu, sebagai perempuan yang memimpin satuan dan menjaga keluarga, Yuni pun sering berkelahi. Malah, wanita berparas cantik ini juga sering bertransaksi dengan para bandar narkoba.

“Sering ketemu berdua, pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan, sering sekali gontok-gontokan kayak petinju, sampai masuk got malah,” ujarnya.

 

 

 

[TN]

Pos terkait