PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim menetapkan status Siaga Bencana Karhutla guna mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan lahan di puncak musim kemarau.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengumumkan langkah ini usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (24/8/2026).
Seno Aji menekankan pentingnya sinergi cepat antar-Perangkat Daerah (PD) untuk memadamkan titik api sebelum membesar dan meluas ke pemukiman atau kawasan hutan lindung.
Ancaman kekeringan yang meluas menjadi alasan utama Pemprov Kaltim mengambil langkah preventif lebih awal.
"Kita harus gerak cepat dan koordinasi yang solid antarinstansi agar penanganan karhutla ini bisa berjalan baik," tegas Seno Aji di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim.
Meski menilai penanganan di lapangan masih terkelola, Pemprov Kaltim menolak lengah dan memilih menyiagakan seluruh personel serta armada pemadam kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, membeberkan data terbaru pemantauan lapangan per 23 Agustus 2026.
Sistem pemantauan mencatat sebanyak 594 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kalimantan Timur.
Dari total tersebut, sebanyak 5 titik panas berada di kawasan kehutanan dan 132 titik terdeteksi di area perkebunan, meski tren kebakaran mulai menunjukkan penurunan tipis.
Menghadapi puncak kekeringan, Pemprov Kaltim berencana menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian awan hujan buatan.
Rapat lintas instansi ini turut menghadirkan Kepala Pusat Standardisasi Instrumen BMKG Pusat Rahmat Triyono serta Direktur Operasi Modifikasi Cuaca Budi Harsoyo.
Sinergi bersama jajaran BMKG se-Kaltim ini bertujuan memperkuat akurasi data klimatologi agar intervensi cuaca dan penanganan karhutla di lapangan berjalan tepat sasaran. (*)















