BONTANG, Pranala.co — Bagi 112 calon jemaah haji Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) hari-hari kini seperti berjalan dengan hitungan yang lain. Bukan lagi kalender biasa. Tapi hitungan menuju satu perjalanan yang tak semua orang dapatkan.
Sebagian dari mereka mungkin belum menutup koper. Tapi satu hal sudah pasti: hati mereka sudah lebih dulu berangkat. Menuju Tanah Suci, Mekkah.
Persiapan haji 2026 di Kota Bontang hampir selesai. Tahap demi tahap dilalui. Tanpa tergesa. Tanpa ada yang tertinggal. Bahkan, lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bontang, Najmuddin Tamini, menyebut proses tahun ini menunjukkan kemajuan yang terasa.
“Persiapan semakin matang. Mulai dari pembekalan, manasik, hingga pemeriksaan kesehatan terus kami lakukan. Saat ini jemaah tinggal menunggu pemberangkatan,” ujarnya.
Semua dimulai sejak Januari 2026. Saat para calon jemaah melunasi Ongkos Naik Haji (ONH). Dari situ, ritme perjalanan dibangun.
Manasik dimulai lebih awal. Sejak Februari. Mereka belajar kembali. Tentang niat. Tentang rukun. Tentang bagaimana berjalan di antara ritual yang bukan sekadar gerakan, tetapi makna.
Pembinaan berlangsung intensif. Tak hanya soal tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan mental. Sebab perjalanan ini bukan sekadar fisik. Ia juga perjalanan batin.
Vaksinasi meningitis pun sudah diberikan. Ikhtiar kecil untuk perjalanan yang panjang. Namun dari semua persiapan itu, ada satu hal yang paling dijaga: kesehatan.
Hingga kini, belum ada satu pun jemaah yang menunda keberangkatan karena alasan medis. “Tidak ada laporan jemaah yang menunda keberangkatan karena faktor kesehatan. Semua dalam kondisi siap,” kata Najmuddin.
Meski begitu, perjalanan belum benar-benar dimulai. Masih ada satu pintu terakhir yang harus dilalui: pemeriksaan kesehatan lanjutan. Semacam penyaringan akhir sebelum benar-benar diberangkatkan.
Setibanya di asrama haji nanti, pemeriksaan serupa akan kembali dilakukan. Lebih ketat. Lebih detail.
Di tengah masa tunggu itu, sempat berembus kabar tentang kemungkinan penundaan keberangkatan. Namun hingga kini, tidak ada kebijakan resmi yang mengarah ke sana.
“Selama Arab Saudi tetap membuka dan penerbangan aman, maka pemberangkatan tetap sesuai jadwal,” tegasnya.
Secara nasional, jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 22 April 2026. Sehari setelahnya, kloter pertama akan diberangkatkan.
Untuk Bontang, jadwalnya sedikit berbeda. Mereka akan berangkat pada pertengahan Mei 2026. Tergabung dalam Kloter 14. Berangkat melalui Embarkasi Balikpapan, dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Di sanalah nanti mereka akan bertemu dengan jemaah lain dari berbagai daerah di Indonesia timur. Berkumpul. Menyatu. Dengan satu tujuan yang sama.
Namun sebelum itu, masih ada waktu yang harus dijalani. Waktu untuk menjaga kesehatan. Waktu untuk mengulang manasik. Waktu untuk merapikan niat.
Najmuddin mengingatkan, perjalanan ini bukan hanya tentang keberangkatan. Tapi juga tentang kesiapan.
“Kesehatan menjadi syarat utama. Akan ada pemeriksaan ulang saat masuk asrama haji. Kami berharap kondisi jemaah tetap prima,” ujarnya. (ID/FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















