PERJALANAN haji yang semestinya dipenuhi doa dan harapan berubah menjadi kabar duka bagi rombongan jemaah asal Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Yusup Hasan Kaco, jemaah haji asal Kecamatan Karangan, meninggal dunia di Tanah Suci saat rangkaian ibadah haji baru mulai dijalani.
Yusup Hasan Kaco wafat Minggu, 17 Mei 2026, pukul 01.50 Waktu Arab Saudi di Saudi German Hospital. Almarhum sebelumnya menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut. Ia tercatat sebagai jemaah dengan Nomor Porsi 2000062457 dan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 06 Balikpapan atau BPN 6.
Kabar meninggalnya Yusup pertama kali disampaikan Petugas Haji Daerah (PHD) Kutim, Samsiah, yang mendampingi rombongan selama berada di Arab Saudi. Menurut dia, almarhum meninggal saat masih dalam penanganan tim medis rumah sakit.
“Almarhum wafat saat menjalani perawatan di Saudi German Hospital. Kami seluruh petugas dan jemaah turut berduka cita atas berpulangnya beliau,” kata Samsiah.
Bagi rombongan jemaah asal Kutim, kabar itu menjadi pukulan emosional di tengah suasana ibadah yang sedang berlangsung. Di antara ribuan jemaah yang datang dari berbagai daerah Indonesia, satu kabar duka dari kampung halaman membuat suasana rombongan berubah hening.
Keluarga almarhum melalui Samsiah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama hidup Yusup Hasan Kaco memiliki kesalahan atau kekhilafan. Pesan itu disampaikan bersamaan dengan harapan agar doa masyarakat terus mengalir untuk almarhum.
“Dengan segala kerendahan hati, kami memohon agar seluruh masyarakat dapat memaafkan segala kesalahan almarhum. Semoga doa terbaik senantiasa mengiringi beliau,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Ia menyampaikan duka atas wafatnya salah seorang warga Kutim yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
“Innalillahi wainna ilaihi rajiun, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Yusup Hasan Kaco di Tanah Suci,” ujar Ardiansyah mengutip laman resmi Pemkab Kutim, Rabu (20/5/2026).
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Di saat yang sama, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah haji asal Kutim tetap diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalani rangkaian ibadah haji. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















