PELANTIKAN empat pejabat tinggi pratama dan pengukuhan 10 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Kamis (21/5/2026), tidak hanya diwarnai seremoni birokrasi. Di hadapan pejabat baru dilantik, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, langsung memberi “pekerjaan rumah” besar: menekan angka stunting dan menyelesaikan persoalan sampah kota.
Pesan itu disampaikan tegas di tengah upaya Pemkot Bontang mempercepat perbaikan pelayanan publik. Neni mengingatkan, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab yang hasil kerjanya harus dirasakan langsung masyarakat.
“Pelantikan ini bukan formalitas. Ini adalah titik awal untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berdampak,” kata Neni dalam sambutannya.
Isu stunting menjadi perhatian utama. Menurut Neni, persoalan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi tidak bisa dipandang sebagai sekadar data kesehatan. Dampaknya dinilai jauh lebih panjang karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menegaskan, anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi gangguan perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.
“Kalau kita tidak serius menangani stunting, kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi Bontang,” ujarnya.
Neni meminta seluruh organisasi perangkat daerah ikut terlibat melalui intervensi terpadu, mulai dari edukasi keluarga, penguatan layanan kesehatan, hingga pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Selain stunting, persoalan sampah juga disinggung serius. Di tengah pertumbuhan kota dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat, Neni menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang belum selesai.
Ia mendorong perubahan dimulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah tangga dan RT. Edukasi pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga budaya gotong royong disebut menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah kota.
“Target kita jelas, Bontang harus bergerak menuju kota yang bersih dan bebas sampah secara bertahap,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, seluruh pejabat yang baru dilantik juga menandatangani perjanjian kinerja. Dokumen itu disebut akan menjadi dasar evaluasi berkala terhadap capaian kerja masing-masing pejabat.
Di akhir arahannya, Neni kembali mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan banyaknya program yang dibuat, melainkan seberapa besar dampaknya dirasakan masyarakat sehari-hari. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















