Samarinda, PRANALA.CO — Arus lalu lintas kapal di Sungai Mahakam, Samarinda tepat di bawah Jembatan Mahakam I, akan berhenti sejenak. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda telah resmi mengeluarkan pemberitahuan: mulai 30 April 2025 pukul 09.00 WITA hingga 1 Mei 2025 pukul 05.00 WITA, tak ada kapal yang boleh melintas di bawah jembatan yang menjadi ikon Kota Tepian itu.
Kepala KSOP Samarinda, Mursidi, menegaskan dalam surat edarannya bernomor PG-KSOP.SMD 13 Tahun 2025 bahwa larangan sementara ini dilakukan demi keselamatan bersama. Sebab, dalam rentang waktu tersebut, Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan investigasi fisik terhadap kondisi struktur jembatan.
“Untuk menghindari risiko dari aktivitas pengolongan dan demi meningkatkan kewaspadaan keselamatan, kami mohon kapal-kapal tidak melintas selama kegiatan berlangsung,” kata Mursidi dalam keterangannya.
Surat edaran itu sudah disampaikan kepada para nakhoda, operator kapal, dan perusahaan pelayaran yang biasa lalu-lalang di jalur Sungai Mahakam. Sejumlah instansi terkait seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, kepolisian, serta para pelaku usaha pelabuhan juga menerima tembusan pemberitahuan ini.
Mursidi mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam mendukung kelancaran proses pemeriksaan tersebut. Menurutnya, langkah ini bagian dari komitmen pemerintah untuk terus menjamin keselamatan pelayaran dan memastikan kelayakan infrastruktur penyeberangan di kawasan Sungai Mahakam, Samarinda.
Jembatan Mahakam I sendiri bukan sekadar penghubung dua sisi Samarinda. Ia adalah saksi sejarah dan urat nadi transportasi masyarakat Kaltim yang telah melayani sejak dekade 1980-an. Dengan panjang sekira 400 meter dan bentang lengkung megah, jembatan ini juga menjadi jalur vital baik bagi kendaraan darat maupun lalu lintas sungai di bawahnya.
Warga dan pelaku usaha pelayaran diimbau untuk mengatur kembali jadwal perjalanan mereka dan tetap mematuhi arahan petugas selama masa penutupan berlangsung.
“Keselamatan adalah prioritas utama kita semua. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya,” tutup Mursidi. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















