SUDAH 10 hari Jamaluddin tak pulang ke rumahnya di Kelurahan Berbas Pantai, Bontang. Nelayan berusia 50 tahun itu dilaporkan hilang setelah pergi melaut seorang diri sejak 10 Mei 2026 menuju perairan Ataka hingga arah selatan.
Hingga Rabu (20/5/2026), pencarian masih terus dilakukan warga bersama BPBD Bontang. Namun upaya itu berjalan sulit karena korban diketahui tidak membawa alat komunikasi saat berangkat mencari ikan.
Jamaluddin merupakan warga RT 14 Jalan Pengandaran, Kelurahan Berbas Pantai. Menurut Lurah Berbas Pantai, Hadi, keluarga terakhir kali menerima kabar korban saat berada di titik awal penangkapan ikan bersama rekan sesama nelayan.
“Korban pergi sendiri dan tidak membawa ponsel ataupun alat komunikasi lain,” ujar Hadi.
Dari informasi yang dihimpun pihak kelurahan, Jamaluddin diduga mencari ikan di radius sekira 40 hingga 70 mil laut dari perairan Bontang. Jarak itu membuat proses pemantauan di laut menjadi lebih kompleks, terlebih tidak ada sinyal komunikasi terakhir yang bisa dilacak petugas maupun keluarga.
Korban sempat bertemu rekannya pada Jumat lalu di lokasi awal penangkapan ikan. Setelah itu, Jamaluddin melanjutkan perjalanan menuju titik pencarian ikan berikutnya. Sejak saat itu keberadaannya tidak lagi diketahui.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, mengatakan tim masih berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk memperluas pencarian di laut. Sejumlah warga juga ikut membantu pemantauan jalur yang biasa dilintasi kapal nelayan tradisional.
“Kami masih terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk membantu pemantauan di laut,” kata Ismail.
BPBD Bontang mengimbau nelayan yang melaut seorang diri agar membawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan dasar. Selain mempermudah koordinasi, keberadaan alat komunikasi dinilai krusial saat terjadi kondisi darurat di tengah laut.
Adapun ciri-ciri Jamaluddin yakni berkulit sawo matang dan berambut pendek hitam. Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban diminta segera menghubungi pihak keluarga atau petugas melalui nomor 081349018296. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















