Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai menyusun langkah serius untuk mengelola Lapangan Minisoccer Hop 1 secara profesional. Fasilitas olahraga ini tidak hanya diproyeksikan sebagai ruang publik, tetapi juga diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengelolaan ke depan disiapkan dengan melibatkan pihak ketiga. Skema ini masih dibahas secara mendalam lintas organisasi perangkat daerah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan konsep pengelolaan belum diputuskan secara final. Pemerintah masih berkoordinasi dengan Bagian Aset dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Pengelolaannya bisa melalui pihak ketiga atau skema lain. Semuanya masih kami diskusikan bersama bagian aset dan Bapenda,” ujar Eko, Rabu (7/1/2026).
Menurut Eko, aspek regulasi menjadi perhatian utama. Pemerintah harus memastikan pengelolaan dan penarikan retribusi sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.
“Kita harus lihat dulu aturannya. Apakah sudah diatur dalam perda atau perlu penyesuaian. Kalau dikelola pihak ketiga, tentu harus yang profesional. Nantinya mereka yang menyetor PAD ke Pemkot,” jelasnya.
Selain skema pengelolaan, sistem pembayaran juga akan diarahkan lebih modern dan transparan. Opsi pembayaran non-tunai seperti QRIS dan transfer perbankan menjadi pilihan.
Meski begitu, besaran tarif sewa lapangan maupun nilai kontribusi PAD belum ditentukan. Pemerintah masih akan melakukan kajian kelayakan.
“Harus ada studi kelayakan. Berapa tarif yang wajar dengan kondisi dan kualitas lapangan yang ada,” kata Eko.
Ia menegaskan, Lapangan Minisoccer Hop 1 belum akan dioperasikan dalam waktu dekat. Kawasan tersebut masih dalam tahap pengembangan fasilitas pendukung.
“Bukan hanya lapangan. Nanti ada jogging track, arena bermain, dan fasilitas lain. Kalau disewakan sekarang sementara pembangunan masih berjalan, justru bisa mengganggu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Much. Edy Prabowo, memastikan pembangunan fisik lapangan minisoccer telah rampung sepenuhnya.
“Pembangunannya sudah 100 persen. Tinggal menunggu rekonsiliasi aset yang ditargetkan selesai akhir Januari 2026,” kata Edy.
Lapangan tersebut telah melalui uji coba dan commissioning test, Selasa (6/1/2026). Uji coba dihadiri Ketua DPRD, Wakil Wali Kota, sejumlah anggota dewan, serta perwakilan empat OPD.
Setelah proses rekonsiliasi selesai, aset akan diserahkan secara resmi kepada Disporapar Ekraf sebagai pengelola.
Pemkot Bontang juga menyiapkan anggaran lanjutan sebesar Rp17,5 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini dialokasikan untuk pengembangan kawasan Hop 1, termasuk akses jalan, area parkir, toilet, lapangan voli, dan playground.
“Harapannya, Lapangan Minisoccer Hop 1 bisa menjadi ikon baru fasilitas olahraga di Bontang. Bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi daerah,” pungkas Edy. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















