SORAK riuh penonton memadati Lapangan Hop Mini Soccer, Bontang, Kamis (30/4) malam, saat Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menutup Dispopar Cup Mini Soccer Tournament 2026. Turnamen antar-OPD yang awalnya bersifat internal itu justru menyedot perhatian publik dan berubah menjadi tontonan warga.
Selama sepekan, 21–30 April 2026, sebanyak 12 tim dari organisasi perangkat daerah bertanding dalam format mini soccer. Namun di luar lapangan, dinamika yang muncul tak kalah menarik: dukungan suporter, kehadiran keluarga pemain, hingga warga umum yang datang setiap malam menciptakan atmosfer kompetisi yang hidup.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa olahraga komunitas di lingkungan pemerintahan mampu menjangkau publik lebih luas. Tidak sekadar agenda internal, turnamen berubah menjadi ruang interaksi antara aparatur sipil negara dan masyarakat.
“Terima kasih kepada panitia, tim, dan seluruh pihak yang berkontribusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menyatukan banyak elemen,” kata Agus dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti penyelenggaraan yang berjalan tertib di tengah tingginya animo penonton. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa kegiatan serupa layak dikembangkan dengan skala lebih besar.
Dorongan itu sejalan dengan aspirasi yang muncul di lapangan. Sejumlah warga mengusulkan agar turnamen tidak berhenti di level OPD, melainkan diperluas hingga tingkat kelurahan agar partisipasi publik lebih merata.
Agus menyatakan usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Ia membuka peluang kompetisi serupa digelar kembali dengan cakupan yang lebih luas.
Di sisi hasil, Setwan FC keluar sebagai juara pertama setelah melalui rangkaian pertandingan selama sepekan. DKUMPP FC menempati posisi kedua, disusul Disdikbud FC di peringkat ketiga. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















