PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan anggaran Rp26,5 miliar untuk menghadapi Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser. Dana besar ini diarahkan untuk memastikan kesiapan atlet hingga logistik, sekaligus mengamankan target masuk tiga besar.
Wakil Bupati Kutim sekaligus Ketua Kontingen, Mahyunadi, menyebut alokasi anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan utama kontingen. Mulai dari pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga akomodasi dan operasional selama ajang berlangsung.
Menurut dia, besarnya anggaran harus berbanding lurus dengan hasil. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin ada celah teknis yang mengganggu performa atlet saat bertanding.
“Anggaran dan logistik harus siap. Jangan sampai atlet kita terganggu oleh persoalan teknis. Tugas kita memastikan mereka bertanding dengan dukungan penuh,” ujar Mahyunadi saat rapat persiapan di Kantor Bupati Kutim, Kamis (30/4/2026).
Selain dukungan anggaran, Pemkab Kutim juga menyiapkan skema evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga. Setiap pengurus dan atlet akan dipanggil untuk memetakan kekuatan, kesiapan, hingga peluang medali.
Langkah ini dinilai penting agar penggunaan anggaran lebih terarah dan tidak sekadar habis untuk kegiatan rutin tanpa hasil yang terukur.
“Kita akan evaluasi satu per satu. Kita harus tahu kekuatan kita sendiri dan membaca lawan,” kata Mahyunadi.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi. Insentif ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga motivasi, sekaligus memastikan investasi anggaran memberi dampak langsung pada capaian prestasi.
Mahyunadi menegaskan, keberhasilan Kutim di Porprov bukan sekadar soal peringkat, tetapi menjadi indikator kemajuan pembinaan olahraga daerah. Karena itu, ia meminta seluruh elemen kontingen bekerja dalam satu tujuan, tanpa kepentingan pribadi maupun kelompok. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















