PELANTIKAN pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kutai Timur alias Kormi Kutim periode 2026–2030 bukan sekadar agenda seremonial. Ada ambisi yang dibawa: menjadikan olahraga masyarakat sebagai penggerak ekonomi sekaligus gaya hidup warga.
Ketua Kormi Kutim, Syaiful Bahri, resmi dilantik di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Jumat (24/4/2026), oleh pengurus KORMI Kalimantan Timur. Pemerintah daerah langsung memasang target yang tidak ringan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ingin olahraga masyarakat tidak berhenti pada aktivitas fisik semata. Ia mendorong agar kegiatan tersebut menjadi daya tarik daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Olahraga masyarakat harus jadi bagian dari gaya hidup sekaligus daya tarik daerah,” kata Ardiansyah.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, Kutai Timur mulai mengemas olahraga rekreasi menjadi event berskala besar. Pada 2024, misalnya, digelar lomba mancing dan panco tingkat internasional, yang tidak hanya menarik peserta, tetapi juga menggerakkan sektor informal di sekitar lokasi kegiatan.
Dari pengalaman itu, pemerintah melihat pola yang mulai terbentuk: olahraga masyarakat bisa menjadi ruang pertemuan antara hobi, pariwisata, dan ekonomi lokal.
Sekretaris Kormi Kaltim, Bunga Rengganis Laila Ramadhan, menguatkan pandangan tersebut. Menurutnya, dimensi KORMI jauh melampaui urusan kebugaran.
“Ini bukan hanya soal sehat. Kormi juga menyentuh ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kormi berfokus pada olahraga rekreasi yang inklusif—bisa diikuti lintas usia dan latar belakang. Berbeda dengan olahraga prestasi yang kompetitif, pendekatan ini membuka ruang partisipasi yang lebih luas, sekaligus potensi ekonomi yang lebih merata.
Namun, tantangan masih ada. Saat ini, Kutai Timur baru memiliki 25 induk organisasi olahraga (Inorga), setengah dari jumlah yang dibina di tingkat provinsi. Keterbatasan ini dinilai dapat memengaruhi kesiapan daerah dalam menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas).
Kormi Kaltim mendorong percepatan penambahan dan pembinaan Inorga agar Kutai Timur tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu bersaing.
Di sisi lain, Syaiful Bahri menyadari pekerjaan rumah tersebut. Ia menegaskan kepengurusan baru akan fokus pada penguatan organisasi dan perluasan pembinaan di masyarakat.
“Target kami jelas, olahraga masyarakat harus berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup warga,” ujarnya. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















