KONTINGEN Kutai Timur (Kutim) tidak akan mengirim seluruh kekuatan penuh ke Pekan Olahraga Provinsi VIII Kalimantan Timur (Porprov Kaltim) di Paser, November 2026. Seleksi ketat diberlakukan, dengan fokus hanya pada cabang olahraga yang dinilai berpeluang meraih medali.
Keputusan ini mengemuka dalam rapat perdana pembentukan kontingen Kutim, Selasa (21/4/2026). Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang ditunjuk sebagai ketua kontingen menegaskan pendekatan efisiensi menjadi dasar utama.
Meski tercatat ada 64 cabang olahraga yang akan diikuti, tidak semua otomatis mengirimkan atlet. Saat ini, masing-masing cabang masih menjalani proses seleksi internal.
“Kami akan fokus pada cabang yang benar-benar memiliki potensi. Kami tetap melihat efisiensi,” ujar Mahyunadi di Sangatta, Kamis (23/4/2026).
Pendekatan ini sekaligus menandai perubahan strategi Kutim dibandingkan pola sebelumnya yang cenderung mengirim atlet dalam jumlah besar. Kini, kualitas dan peluang prestasi menjadi prioritas utama.
Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menegaskan seleksi dilakukan secara objektif dan berbasis prestasi, bukan sekadar keterwakilan cabang olahraga.
“Kita ingin atlet yang berangkat benar-benar siap bertanding dan mampu memberikan hasil terbaik bagi Kutai Timur,” ujarnya.
Selain seleksi, Dispora juga menyiapkan program pembinaan, termasuk pemusatan latihan untuk atlet yang lolos. Dukungan teknis dan kesiapan fisik menjadi fokus utama menjelang Porprov.
Dengan strategi selektif ini, Kutim bertaruh pada efektivitas, bukan kuantitas. Hasilnya baru akan teruji saat Porprov Kaltim VIII berlangsung di Paser, 14–27 November mendatang. [RED/HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















