ANCAMAN kemarau panjang 2026 mulai direspons serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah prediksi musim kering berlangsung Mei hingga Oktober, daerah ini mempercepat langkah mitigasi untuk melindungi sektor pertanian yang berpotensi terdampak.
Komitmen itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat mengikuti rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Senin (20/4/2026). Dalam forum tersebut, Berau menegaskan kesiapan menjalankan arahan pusat sekaligus memperkuat intervensi di tingkat lapangan.
Sejumlah langkah telah dijalankan, terutama pada penguatan infrastruktur air. Pemkab Berau melakukan perbaikan irigasi persawahan melalui sistem perpompaan dan perpipaan, membangun embung, menyediakan pompa air, serta membangun parit dam untuk menjaga suplai air selama kemarau.
Upaya lain difokuskan pada pemeliharaan jaringan irigasi tersier di empat kecamatan sentra produksi padi sawah. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan alat panen dan mesin pengering (dryer) berkapasitas 10 ton guna menjaga kualitas hasil panen petani.
Namun, tantangan di lapangan mulai terlihat. Sejumlah lahan sawah di Berau dilaporkan terdampak intrusi air laut, menyebabkan tanaman tidak dapat dipanen. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi menekan produksi jika meluas saat kemarau mencapai puncaknya.
“Pemerintah Kabupaten Berau siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk memperkuat langkah mitigasi di lapangan agar dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, khususnya bagi para petani,” ujar Sri Juniarsih menukil laman resmi Prokopim, Jumat (24/4/2026).
Menanggapi laporan daerah, Kementan disebut telah mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan sejumlah persoalan, termasuk perbaikan infrastruktur pendukung. Pemkab Berau saat ini tengah melengkapi administrasi sebagai syarat penyaluran bantuan tersebut.
Langkah cepat ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di daerah. Dengan mitigasi yang diperkuat sejak awal, Berau berupaya menekan risiko gagal panen di tengah ancaman kemarau panjang tahun ini. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















