Pranala.co, PANGKEP — Jalan Poros Sapanang–Tonasa 2 kian memprihatinkan. Terutama di ruas sebelum dan sesudah terowongan rel kereta api, Kelurahan Sapanang. Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan industri PT Semen Tonasa itu rusak berat dan seolah luput dari perhatian.
Di sejumlah titik, permukaan jalan tampak retak dan berlubang. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin. Kendaraan rawan tergelincir. Risiko kecelakaan meningkat.
Musim kemarau tak kalah menyulitkan. Debu tebal beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Jarak pandang terganggu. Warga sekitar pun mengeluhkan dampak terhadap kesehatan.
Abdullah, salah seorang pengendara, mengaku resah. Ia hampir setiap hari melintasi jalur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan tidak sebanding dengan fungsinya yang vital.
“Ini jalur utama. Menghubungkan beberapa desa dengan pusat kota. Juga dilalui kendaraan industri setiap hari. Tapi kondisinya sangat berbahaya,” ujar Abdullah.
Ia menilai perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas. Bukan hanya demi kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan.
Keluhan serupa disampaikan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah tidak menutup mata. Perhatian juga diharapkan datang dari pihak perusahaan yang aktivitasnya bergantung pada jalur tersebut.
Perbaikan dinilai mendesak. Jalan yang layak akan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat. Aktivitas ekonomi pun bisa berjalan tanpa hambatan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















