LAJU kendaraan di jalan poros Labbakkang, Kabupaten Pangkep, mendadak melambat, Sabtu (25/4/2026) setelah sebuah truk bermuatan dos mengalami pecah ban di tengah perjalanan dan berhenti di badan jalan.
Truk bernomor polisi DD 8647 CZ itu melaju dari arah Pare menuju Pelabuhan Makassar saat insiden terjadi. Tanpa tanda awal, ban kendaraan pecah dan memaksa sopir menghentikan truk di jalur yang dikenal padat tersebut.
Situasi di lokasi langsung berubah. Kendaraan yang melintas dari dua arah harus bergantian mencari celah aman. Beberapa pengendara tampak mengurangi kecepatan secara tiba-tiba, sementara lainnya memilih menepi sejenak untuk memastikan kondisi jalan di depan.
Sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak merasakan gejala sebelumnya. “Bannya pecah tadi, Pak. Bantuan anggota sudah mengarah ke sini,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan posisi truk yang masih berada di badan jalan menyisakan ruang sempit bagi kendaraan lain. Kondisi ini membuat potensi kemacetan sulit dihindari, terutama karena jalur poros Labbakkang menjadi penghubung utama aktivitas logistik menuju Makassar.
Insiden semacam ini bukan kali pertama terjadi di jalur padat. Kendaraan berat yang mengalami gangguan teknis kerap memicu perlambatan arus, bahkan berisiko menimbulkan kecelakaan beruntun jika tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih menunggu bantuan teknis. Belum ada informasi pasti kapan kendaraan dapat dipindahkan dari badan jalan.
Sementara itu, pengendara yang melintas diimbau meningkatkan kewaspadaan. Ruang jalan yang terbatas dan arus yang tidak stabil membuat risiko di lokasi kejadian masih cukup tinggi hingga penanganan selesai. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














