SATU pernyataan membuka dua persoalan sekaligus. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud kini tak hanya disorot karena menunjuk adiknya sebagai tim ahli, tetapi juga karena menyeret nama Prabowo Subianto dalam pembelaannya. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari kader Partai Gerindra di daerah.
Kontroversi bermula dari kebijakan Rudy mengangkat adik kandungnya, Hijrah Mas’ud, sebagai bagian dari Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim. Kebijakan ini sejak awal memantik kritik karena dinilai beririsan dengan isu nepotisme dalam pemerintahan daerah.
Alih-alih meredam, penjelasan Rudy justru memperluas polemik. Dalam jumpa pers di Samarinda, Kamis (23/4/2026), ia membandingkan posisinya dengan Presiden Prabowo dan relasi sang presiden dengan adiknya, Hashim Djojohadikusumo.
“Apa bedanya Pak Hashim dengan Bapak Presiden? Beliau memberikan kepercayaan. Itu memang hak prerogatif,” kata Rudy.
Pernyataan ini segera menuai respons dari internal Gerindra. Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menyampaikan keberatan melalui pernyataan terbuka yang beredar di media sosial.
Ia menilai pernyataan Rudy bukan sekadar pembelaan kebijakan, melainkan sudah masuk ranah yang dianggap melampaui batas. “Keterangan Gubernur tersebut adalah penghinaan dan tindakan yang melampaui batas,” tulisnya.
Tak berhenti pada kritik, pernyataan itu juga disertai tiga tuntutan. Rudy diminta menghentikan narasi yang menyeret nama Presiden, mencabut pernyataannya, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Prabowo dan Hashim.
Di sisi lain, Rudy sebelumnya menegaskan pengangkatan adiknya tidak melanggar aturan. Ia menyebut posisi tersebut berbasis kepercayaan dan tidak memiliki kewenangan strategis dalam struktur pemerintahan.
Menurutnya, Hijrah hanya menjalankan fungsi pendampingan dan dapat mewakili gubernur dalam pertemuan tertentu, tanpa hak mengambil keputusan atau memberi instruksi kepada organisasi perangkat daerah (OPD). [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














