SEORANG pria berinisial AWH (43) diringkus polisi saat membawa 32 paket sabu di Jalan Poros Bontang–Samarinda KM 10, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), Rabu (29/4/2026) sekira pukul 03.00 Wita.
Informasi tentang dugaan transaksi narkotika di jalur penghubung antarkota itu langsung ditindaklanjuti tim Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Timur. Setelah penyelidikan intensif, petugas mengamankan AWH pada dini hari.
Dari tangan pelaku, polisi menyita 32 bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 15,53 gram. Seluruh paket disembunyikan di kantong celana, sementara sebagian lainnya dikamuflase menggunakan bungkus makanan ringan.
Selain sabu, petugas menemukan barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran, seperti ponsel, plastik pembungkus, lakban, dan tisu. Barang-barang ini diduga digunakan untuk mengemas sekaligus menyamarkan distribusi.
Dalam pemeriksaan awal, AWH yang berasal dari Tembilahan, Riau, dan kini tinggal di Sangatta Utara, mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial F. Transaksi dilakukan dengan sistem jejak di Kota Samarinda—pola yang belakangan kerap digunakan untuk menghindari pertemuan langsung.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyebut pengungkapan ini berangkat dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti cepat oleh petugas di lapangan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di Kutai Timur,” ujarnya.
Kasus ini membuka indikasi adanya alur distribusi narkotika yang memanfaatkan jalur strategis Bontang–Samarinda. Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk peran pemasok yang disebut pelaku.
Saat ini, AWH beserta barang bukti diamankan di Mapolres Kutai Timur. Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kepolisian menyatakan penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap rantai pasok yang lebih besar di wilayah Kutai Timur dan sekitarnya. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















