PENURUNAN aktivitas di salah satu area tambang di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong PT Pamapersada Nusantara (Pama) melakukan penyesuaian tenaga kerja di wilayah Bengalon dan Sangatta.
Langkah ini diambil setelah perusahaan melihat adanya penurunan kapasitas kerja di salah satu area operasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
Human Resource Development (HRD) Pama, Tri Rahmat Soleh, menyebut wilayah kerja di Kutai Timur terbagi dalam dua area utama, yakni Bengalon dan Sangatta. Dari keduanya, terdapat indikasi salah satu area mengalami penurunan aktivitas cukup signifikan.
“Berdasarkan perjanjian kerja yang ada, terdapat potensi salah satu area akan mengalami penurunan kapasitas yang cukup signifikan,” kata Tri.
Penurunan kapasitas itu membuat perusahaan menyesuaikan jumlah tenaga kerja agar operasional tetap berjalan efektif. Penyesuaian dilakukan melalui mekanisme internal perusahaan.
Meski tidak merinci jumlah tenaga kerja terdampak, Tri menegaskan kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta ketentuan yang berlaku.
Dalam praktik industri tambang, fluktuasi kapasitas kerja memang kerap terjadi seiring perubahan kondisi produksi di lapangan. Situasi ini biasanya berimbas langsung pada kebutuhan alat dan tenaga kerja.
Pama menyatakan operasional di Kutai Timur tetap berjalan, meski dengan komposisi tenaga kerja yang disesuaikan mengikuti dinamika aktivitas tambang di lapangan. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















