PANGKEP, Pranala.co — Jalan poros di Desa Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kembali menjadi keluhan warga. Kondisi jalan yang kotor dan berdebu bercampur bebatuan kecil—akibat aktivitas truk perusahaan PT GKGM yang keluar masuk dari lokasi tambang—dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan dipenuhi debu tebal dan batu-batu kecil yang terbawa dari ban truk pengangkut material. Saat cuaca panas, debu mengaburkan pandangan dan mengganggu pernapasan. Namun ketika hujan turun, kondisi justru berubah menjadi sangat licin akibat sisa lumpur yang menempel dari ban kendaraan perusahaan.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir.
“Iya, sudah beberapa hari ini saya lihat jalannya berdebu. Tidak ada lagi petugas yang biasa membersihkan jalan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Warga berharap pihak perusahaan segera mengambil langkah serius agar kondisi jalan tidak membahayakan masyarakat yang melintas di jalur poros tersebut setiap hari.
Menanggapi keluhan warga, Human Resource Development (HRD) PT GKGM, Anti, membantah bahwa pihaknya mengabaikan kebersihan jalan. Ia menjelaskan perusahaan telah menyiapkan tim khusus untuk membersihkan jalan di depan area perusahaan secara rutin.

“Untuk jalan utama di depan perusahaan kami memiliki tim pembersih khusus dan ada jadwal rutin pembersihannya setiap pekan,” jelas Anti.
Ia pun mengakui kondisi cuaca yang sering turun hujan turut memengaruhi kebersihan jalan karena tingginya mobilitas kendaraan perusahaan yang keluar masuk dari lokasi tambang.
“Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan tentu sedikit banyak berakibat ke jalan yang berlumpur. Tapi kami tetap berusaha memaksimalkan pembersihan jalan setiap pekannya,” tambahnya. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















