ANTREAN haji yang kini mencapai 29 tahun, jumlah calon jemaah haji asal Bontang yang berangkat pada musim haji 2026 justru menurun. Tahun ini, hanya 112 jemaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 15 Mei mendatang, lebih sedikit dibanding rata-rata keberangkatan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 145 orang.
Penurunan kuota itu terjadi saat minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi. Bahkan, sebagian warga yang seharusnya baru mendapat giliran pada 2027 akhirnya diberangkatkan lebih awal untuk mengisi kuota yang tersedia tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bontang, Najmuddin Tamini, mengatakan 112 jemaah tersebut terdiri dari 51 jemaah reguler berdasarkan nomor urut porsi, dua prioritas lanjut usia, lima pendamping, serta 38 jemaah cadangan 2027 yang memperoleh kesempatan berangkat lebih cepat.
“Sekarang sistemnya berdasarkan urutan provinsi yang lebih dulu mendaftar. Karena itu ada daerah yang tahun ini jumlah keberangkatannya turun,” kata Najmuddin.
Selain jemaah reguler, terdapat pula 15 jemaah mutasi masuk yang sebelumnya mendaftar di daerah lain namun kini berdomisili di Bontang. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Mamuju, Kupang, hingga Jakarta.
Komposisi jemaah tahun ini didominasi perempuan, yakni 66 orang, sementara laki-laki berjumlah 46 orang. Jemaah termuda berusia 18 tahun dan tertua mencapai 80 tahun. Di sisi lain, empat jemaah asal Bontang tercatat mutasi keberangkatan ke Solo dan Yogyakarta.
Najmuddin menyebut perubahan mekanisme penentuan kuota di tingkat provinsi menjadi faktor utama berkurangnya jumlah keberangkatan dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi serupa, kata dia, juga dialami kabupaten dan kota lain, termasuk Kutai Kartanegara yang disebut mengalami penurunan hampir 300 jemaah dibanding tahun sebelumnya.
Situasi itu memperlihatkan ketatnya persaingan antrean haji di daerah. Dengan masa tunggu hampir tiga dekade, warga yang mendaftar hari ini diperkirakan baru bisa berangkat ketika usia mereka sudah memasuki masa pensiun.
Meski kuota tahun ini menurun, pemerintah daerah berharap jumlah keberangkatan jemaah asal Bontang bisa kembali meningkat pada musim haji berikutnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta para calon jemaah menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi yang dikenal memiliki aktivitas padat dan cuaca ekstrem.
“Ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga fisik. Jangan terlalu memaksakan diri selama di sana,” ujar Neni. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















