RENTANG usia calon jemaah haji asal Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menjadi gambaran panjangnya antrean ibadah haji di daerah industri tersebut. Dari total 112 jemaah yang dilepas pemerintah kota, usia termuda tercatat 18 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 80 tahun.
Pelepasan jemaah dilakukan langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (7/5/2026).
Perbedaan usia yang cukup jauh memperlihatkan beragam latar belakang jemaah yang berangkat tahun ini. Ada jemaah muda yang baru memasuki usia dewasa, ada pula lansia yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu bertahun-tahun.
Pemerintah Kota Bontang menyebut mayoritas jemaah tahun ini tergabung dalam Kloter 14 Balikpapan dan akan bertolak menuju embarkasi pada 15 Mei mendatang.
Wali Kota Neni menyoroti pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi. Ia meminta para jemaah, khususnya kelompok usia lanjut, memperhatikan pola makan dan kebutuhan cairan tubuh.
“Cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia. Jaga kesehatan dan jangan sampai kelelahan,” ujar dia.
Selain soal kesehatan, Neni juga meminta jemaah menjaga kekompakan selama perjalanan ibadah. Menurut dia, kebersamaan antarsesama jemaah menjadi salah satu faktor penting dalam membantu kelancaran ibadah, terutama bagi jemaah lansia.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menitipkan doa untuk Bontang kepada para jemaah untuk dipanjatkan di sejumlah tempat mustajab, seperti depan Ka’bah, Raudhah, dan Padang Arafah.
“Mohon doakan agar Kota Bontang senantiasa aman, damai, dan sejahtera. Doakan pula agar kami di pemerintahan dapat terus mengemban amanah dengan jujur demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Pelepasan berlangsung emosional. Sejumlah keluarga tampak mengantar dan berpamitan sebelum para jemaah memasuki tahapan akhir keberangkatan menuju Tanah Suci. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















