KALIMANTAN Timur (Kaltim) semakin menjadi daerah tujuan pendatang. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kaltim lahir di luar provinsi tersebut.
Data itu menggambarkan tingginya arus migrasi masuk ke Kalimantan Timur di tengah pertumbuhan kawasan industri, investasi energi, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jumlah penduduk Kaltim sendiri kini mencapai 4,05 juta jiwa. Angka itu naik signifikan dibanding hasil Sensus Penduduk 2010 yang tercatat sebesar 3,02 juta jiwa.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyebut tingginya angka migrasi menjadi salah satu ciri dinamika kependudukan di Kaltim.
Meski jumlah penduduk bertambah, laju pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir tercatat melambat menjadi 1,52 persen per tahun.
Di sisi lain, komposisi usia produktif masih mendominasi. Rasio ketergantungan Kaltim berada di angka 40,19 persen, yang berarti setiap 100 penduduk usia kerja menopang sekitar 40 penduduk usia nonproduktif.
Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daerah dengan rasio ketergantungan terendah, yakni 29,92 persen. Wilayah ini juga menjadi salah satu kawasan penyangga utama pembangunan IKN.
Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu mencatat rasio ketergantungan tertinggi sebesar 42,47 persen.
Selain mobilitas penduduk, SUPAS 2025 juga mencatat angka kelahiran total (TFR) sebesar 2,09 dan angka kematian bayi sebesar 13,47 per 1.000 kelahiran hidup. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















