PEMERINTAH merilis pembagian lengkap kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia tahun 2026 yang mencapai total 525 kloter, mencakup seluruh wilayah Tanah Air dari Sumatera hingga Papua.
Pemberangkatan jemaah haji akan dimulai pada 22 April 2026 dalam dua gelombang. Gelombang pertama melalui rute Indonesia–Madinah–Makkah, sedangkan gelombang kedua melalui Indonesia–Jeddah–Makkah.
Sebanyak 277 kloter dilayani oleh Garuda Indonesia, dengan rincian wilayah sebagai berikut:
- Aceh (14 kloter): mencakup seluruh jemaah dari Provinsi Aceh
- Medan (17 kloter): mencakup wilayah Sumatera bagian utara
- Padang (14 kloter): Sumatera Barat dan Bengkulu
- Banjarmasin (19 kloter): Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
- Balikpapan (16 kloter): Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara
- Solo (80 kloter): Jawa Tengah
- Makassar (43 kloter): Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo
- Jakarta (33 kloter): DKI Jakarta dan Banten
- Yogyakarta (16 kloter): DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah
- Lombok (15 kloter): Nusa Tenggara Barat
Sebanyak 248 kloter lainnya menggunakan layanan Saudia Airlines, dengan cakupan wilayah:
- Palembang (16 kloter): Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
- Batam (25 kloter): Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Kalimantan Barat
- Kertajati (40 kloter): sebagian wilayah Jawa Barat
- Jakarta (Pondok Gede) (23 kloter): DKI Jakarta dan Lampung
- Jakarta–Jabar (28 kloter): sebagian Jawa Barat
- Surabaya (116 kloter): Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur
Pembagian kloter ini menunjukkan distribusi jemaah haji Indonesia yang merata dari barat ke timur. Embarkasi besar seperti Solo dan Surabaya menjadi pusat pemberangkatan utama karena tingginya jumlah jemaah dari Pulau Jawa.
Sementara itu, wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, hingga Papua terakomodasi melalui embarkasi Makassar dan Balikpapan, memastikan seluruh jemaah tetap terlayani secara proporsional. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














