Pranala.co, BONTANG — Hujan lebat yang mengguyur Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak dini hari kembali membawa ancaman. Tanah longsor terjadi di dua lokasi berbeda, Kamis (15/1/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, enam rumah warga terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menjelaskan longsor pertama terjadi saat dini hari. Lokasinya berada di Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.
Hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah di lereng menjadi labil. Material longsor pun bergerak turun.
“Tanah longsor menutup badan jalan dan mengenai beberapa rumah warga,” kata Ismail saat dihubungi.
Sebanyak lima rumah terdampak. Total ada lima kepala keluarga dengan 16 jiwa yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Rumah tersebut diketahui milik Marmo (58), Maria Mbu (45), Dedi Wahyudi (46), Baharuddin (67), dan Heriati (61).
Hingga kini, BPBD masih melakukan pemantauan. Kondisi tanah disebut masih basah dan rawan bergerak kembali, terutama jika hujan turun lagi.
Tak lama berselang, laporan longsor kedua masuk pada Kamis siang. Lokasinya berada di Jalan Soekarno Hatta RT 01, Kelurahan Satimpo.
Longsor tersebut sebenarnya terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Namun baru dilaporkan warga pada pukul 14.30 WITA.

“Hujan deras malam sebelumnya menyebabkan bagian belakang rumah bergeser sekitar lima meter,” jelas Ismail.
Rumah itu milik H.M. Idrus HP (61). Bangunan tersebut tidak dihuni dan hanya digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga. Karena itu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Meski demikian, BPBD menilai potensi longsor susulan masih terbuka. Tim telah turun ke lapangan untuk memantau kondisi tanah dan bangunan, sekaligus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan.
Ismail mengimbau warga, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan dan lereng, agar tidak mengabaikan tanda-tanda awal longsor.
Retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, hingga aliran air yang berubah arah perlu segera diwaspadai.
“Kalau hujan turun lama, sebaiknya hindari area rawan longsor. Segera laporkan jika melihat kondisi mencurigakan,” pesannya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















