Pranala.co, SAMARINDA – Sungai Karang Mumus kembali jadi pusat perhatian. Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) menggelar lomba memungut sampah menggunakan paddleboard. Kegiatan ini digelar untuk memperingati ulang tahun ke-10 komunitas pecinta sungai tersebut.
Ketua panitia lomba, Krisdiyanto, menyebut acara bertajuk Sehari di Sungai Karang Mumus akan berlangsung Minggu, 21 September 2025. Lokasinya di Pangkalan Pungut GMSS-SKM, Jalan Abdul Muthalib, samping Jembatan Kehewanan Samarinda. Acara dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan utama adalah lomba memungut sampah dengan paddleboard. Baik kelas dewasa maupun anak-anak, para pemenang berhak atas hadiah uang tunai: juara 1 Rp500 ribu, juara 2 Rp300 ribu, dan juara 3 Rp200 ribu.
Selain itu, ada lomba stand up paddle race. Untuk kategori dewasa jarak 200 meter, hadiah utamanya berupa keanggotaan gym dan kolam renang Hotel Aston hingga akhir tahun. Juara 2 mendapat 25 kilogram beras premium, sedangkan juara 3 voucher makan all you can eat di Kanyangi Wal.
Untuk anak-anak dengan jarak 100 meter, juara 1 diganjar beras 25 kilogram plus voucher berenang di Hotel Aston. Juara 2 mendapat beras 10 kilogram dan voucher berenang, sementara juara 3 membawa pulang beras 5 kilogram beserta voucher berenang di hotel yang sama.
Ada pula lomba fun paddling kategori umum sejauh 2 kilometer. Hadiah utama berupa voucher menginap satu malam di Hotel Aston Samarinda. Juara 2 mendapat beras premium 25 kilogram, dan juara 3 memperoleh voucher makan all you can eat.
“Peserta yang tidak menang tetap punya kesempatan. Kami siapkan benang ajaib berhadiah voucher wisata, makan, berenang, hingga cuci sepatu dan suvenir,” jelas Kris.
Ketua GMSS-SKM Samarinda, Misman, mengungkap banyak capaian komunitas selama 10 tahun terakhir. Ribuan pohon kayu dan buah telah ditanam di bantaran sungai. Kini pohon-pohon itu tumbuh subur, memberi manfaat bagi manusia maupun satwa.
Tak hanya itu, GMSS-SKM juga mendirikan pangkalan pungut sampah serta Sekolah Sungai Karang Mumus di Muang. Sekolah ini fokus pada pendidikan lingkungan, khususnya tentang pentingnya sungai sebagai sumber air bersih.
“Usia 10 tahun ini jadi momentum mengingatkan semua pihak bahwa sungai adalah sumber kehidupan. Menjaga ekologi tidak hanya soal angkat sampah, tapi juga soal kesadaran bahwa air adalah ruang hidup yang tidak boleh dikotori,” tegas Misman. (RIL/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














