Pranala.co, BONTANG – Kota Bontang menghadapi ujian berat. Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang selama ini jadi penopang utama kas daerah dipangkas drastis.
Jika tahun ini Bontang masih menerima sekira Rp1,2 triliun, maka pada 2026 jumlahnya tinggal Rp377 miliar.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, tak menutupi kekhawatirannya. Ia menyebut pemangkasan DBH ini memaksa pemerintah daerah bekerja keras menyesuaikan anggaran.
“Sudah fix diumumkan pusat. DBH 2026 hanya Rp300 sekian miliar dari sebelumnya Rp1,2 triliun. Mau tidak mau APBD harus ditata ulang. Berat, tapi tetap harus pro rakyat,” kata Neni, Senin (23/9), usai menghadiri kegiatan di Auditorium 3D.
Selama ini, sekitar 85 persen pendapatan Bontang memang berasal dari transfer pusat. Kondisi ini membuat APBD sangat rentan. Sementara itu, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas.
Neni menyoroti aturan pembagian DBH yang menurutnya tidak dijalankan secara adil. Dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 disebutkan pembagian 1 persen bagi daerah penghasil. Namun, praktiknya berbeda.
“Apa kita harus uji materi? Kalau begini terus, sampai kapan? Ini keprihatinan luar biasa,” tegasnya.
Pemangkasan ini juga bukan kali pertama terjadi. Tahun 2016 lalu, Bontang pernah merasakan hal serupa.
Dalam data estimasi Dana Transfer Umum (DTU) kabupaten/kota di Kaltim, Bontang menjadi daerah yang paling terdampak.
Tahun ini DBH masih di angka Rp1,239 triliun. Namun tahun depan tinggal Rp377 miliar.
PAD Bontang sempat tumbuh positif. Dari 2023 ke 2024 naik 24,68 persen, lalu diproyeksikan kembali naik 15,93 persen pada 2024–2025. Sayangnya, tren itu diperkirakan berbalik negatif pada 2025–2026 dengan penurunan 2,89 persen.
Hal serupa juga terjadi pada Transfer ke Daerah (TKD). Dari 2024 ke 2025 turun 2,87 persen, lalu kembali merosot 2,76 persen di 2026.
Meski berat, Neni masih menyimpan harapan. Ia ingin situasi bisa pulih dalam dua tahun ke depan.
“Mudah-mudahan di 2027 sudah kembali normal. Tapi untuk sekarang, kita harus bekerja ekstra agar pelayanan publik dan program prorakyat tidak berhenti,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








