DINAS Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat menyambut program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah nyata mulai diambil dengan memetakan para pelaku usaha mikro di seluruh wilayah Kutim.
Pemerintah daerah tidak ingin melewatkan momentum emas ini. Mereka berkomitmen agar pasokan pangan untuk program raksasa tersebut murni berasal dari keringat petani, peternak, dan pedagang lokal sendiri.
Kepala Diskop UMKM Kutim, Marhadin, menegaskan bahwa pendataan ini menjadi jembatan penting. Tujuannya, menghubungkan langsung pelaku UMKM dengan para pengelola dapur di lapangan.
“Kami akan melakukan pemetaan UMKM di Kutim. Setelah itu akan dibangun kerja sama dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG,” ujar Marhadin saat memberikan keterangan, Rabu (10/6/2026).
Marhadin menginginkan perputaran uang dari program ini tidak lari ke luar daerah. Manfaat ekonomi yang masif harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang hidup dan menetap di Kutai Timur.
Rencana besar ini bukan sekadar wacana. Ketua Asosiasi Pengusaha Penyedia Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kutim, Habibi, membeberkan skala operasional yang akan berjalan.
Sedikitnya ada sekira 100 dapur MBG yang disiapkan untuk beroperasi di 18 kecamatan di Kutai Timur. Skala sebesar ini membutuhkan pasokan bahan baku yang konsisten dan berkualitas setiap harinya.
Habibi memastikan, seluruh kebutuhan operasional dapur tersebut wajib melibatkan ekosistem usaha lokal. Ini menjadi peluang pasar baru yang sangat menjanjikan bagi masyarakat bawah.
“Program Makan Bergizi Gratis wajib sukses di Kutim dengan melibatkan seluruh pelaku UMKM yang tersebar di 18 kecamatan,” tegas Habibi.
Bagi masyarakat Kutai Timur, program ini membawa dua berkah sekaligus. Di satu sisi, anak-anak sekolah mendapatkan asupan nutrisi terbaik untuk masa depan mereka.
Di sisi lain, ada roda ekonomi yang berputar lebih cepat di tingkat desa. Sawah-sawah petani dan peternakan warga kini memiliki pembeli siaga yang siap menampung hasil panen mereka. [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















