Pranala.co, SAMARINDA – Kawasan Citra Niaga, yang dulu dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional, kini tampil dengan wajah baru. Setelah menjalani revitalisasi besar-besaran, kawasan bersejarah yang sempat meraih penghargaan arsitektur internasional itu kini disulap menjadi ruang publik modern yang estetik dan hidup.
Revitalisasi ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai bagian dari upaya menghadirkan ikon baru bagi Kota Tepian. Tujuannya jelas: menggabungkan sentuhan budaya lokal dengan konsep kota modern yang ramah bagi warga dan wisatawan.
Kini, Citra Niaga tak hanya menjadi tempat berburu suvenir khas daerah. Kawasan ini juga menawarkan ruang kreatif untuk anak muda dan pelaku usaha lokal. Deretan toko dan kios disulap menjadi coffee shop, galeri seni, dan pusat UMKM yang tampil lebih menarik dan bersih.
“Perbedaannya jauh sekali. Sekarang Citra Niaga sudah modern sekali. Banyak toko berubah jadi kafe, tapi memang beberapa hal khas seperti ayunan dan penyewaan sepeda sudah hilang,” kata Yudi, warga Samarinda yang rutin berkunjung ke kawasan itu, Minggu (5/10).
Menurutnya, suasana Citra Niaga kini mirip dengan Malioboro di Yogyakarta. “Tempat ini mirip Malioboro. Ramai, estetik, dan penuh aktivitas anak muda. Semoga ke depan lebih tertata lagi,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, membenarkan bahwa Citra Niaga memang dirancang untuk menjadi ikon wisata baru Kota Tepian.

Saat ini, pengelolaan kawasan tersebut masih di bawah Dinas Perdagangan, namun Disporapar sudah menyiapkan sejumlah program untuk mengoptimalkan potensinya.
“Jika nanti kami dapat pengelolaan penuh pada 2026, kami akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Sayang kalau potensi sebesar ini tidak dimaksimalkan,” ujar Muslimin.
Sejumlah acara komunitas, festival seni, dan pertunjukan musik kini mulai digelar di kawasan tersebut. Pemerintah berharap kehadiran Citra Niaga versi baru ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menghidupkan kembali ekonomi lokal.
“Citra Niaga punya sejarah panjang. Dengan wajah barunya, kami ingin tempat ini kembali menjadi ruang yang menyenangkan untuk semua kalangan,” tutup Muslimin.
Revitalisasi Citra Niaga bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia menjadi simbol perubahan: dari kota perdagangan konvensional menuju kota kreatif dan berdaya saing pariwisata. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami









