Pranala.co, BONTANG — Namanya SDN 003 Bontang Barat, tapi siapa sangka sekolah dasar ini ternyata berdiri di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Akibatnya, sekolah tersebut kini tak lagi bisa menerima bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Padahal, sebagian besar warga sekitar masih menganggap sekolah itu bagian dari Kota Bontang. Namun secara hukum dan administrasi, posisinya sudah jelas: masuk wilayah Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan persoalan ini bukan hal baru. Ia menegaskan, pemerintah kota tak bisa menyalurkan dana ke sekolah yang berada di luar wilayah administratifnya.
“SDN 003 Bontang Barat tidak mungkin diberi bantuan, karena wilayahnya masuk Kutim. Murid-muridnya pun banyak yang berasal dari sana,” jelas Abdu Safa.
Sejak 2019, SDN 003 Bontang Barat sudah tidak lagi masuk dalam APBD Kota Bontang. Keputusan itu muncul setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidaksesuaian antara wilayah dan penerima anggaran.
Artinya, Pemkot Bontang tak bisa lagi menyalurkan dana operasional, perawatan, maupun pembangunan untuk sekolah tersebut.
“Termasuk program seragam, tas, dan sepatu gratis dari wali kota tahun ini. Sekolah itu tidak bisa lagi menerima,” tambah Abdu.
Meski demikian, Disdikbud Bontang tak tinggal diam. Abdu Safa menyebut, pemerintah kota sedang menyiapkan solusi agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu.
Salah satu opsi yang dibahas adalah menggabungkan (merger) SDN 003 dengan SDN 004 Bontang Barat, yang lokasinya masih berada di wilayah sah Kota Bontang.
“Namanya bisa tetap SDN 003 Bontang Barat, tapi bangunannya bergabung dengan SDN 004. Kalau muridnya banyak, bisa belajar shift sore dulu,” terangnya.
Langkah ini dianggap jalan tengah terbaik sembari menunggu kejelasan batas wilayah antara Bontang dan Kutai Timur.
Safa juga menyebut, pemerintah sedang memastikan ulang peta lahan dan zonasi sekolah di kawasan Bontang Barat. Harapannya, ada lahan yang bisa disiapkan untuk relokasi sekolah.
“Idealnya, kalau kita punya lahan di kawasan Bontang Barat, sekolah itu bisa dipindahkan ke sana supaya statusnya jelas,” ujarnya.
“Yang paling penting, anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang. Itu prioritas utama,” tambahnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















